Senin, 24 Mei 2021 – Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Bunda Gereja

Fr. Christian Hofer Samosir Pakpahan SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang – Indonesia

 
 

AUDIO RESI: 

ANTIFON PEMBUKA – Bdk. Kis. 1:14

Para murid sehati sejiwa bertekun dalam doa bersama Maria, Ibu Yesus.

PENGANTAR:

Saudara-saudari ytk, hari ini sehari setelah kita merayakan Pentakosta, turunnya Roh Kudus yang menyertai Gereja, kita peringati Santa Perawan Maria Bunda Gereja. Dialah ibu dan sekaligus teladan kita dalam beriman kepada Bapa, Allah yang Esa.

Santa Maria, Perawan yang terberkati, dihormati oleh Gereja sebagai bunda yang melahirkan Yesus Kristus, Kepala dari Tubuh Mistik-Nya, yaitu Gereja. Katekismus Gereja Katolik (No. 963 – 971) menguraikan tentang hal ini:

Perawan Maria diakui dan dihormati.. karena dengan cinta kasihnya ia menyumbangkan kerja samanya agar dalam Gereja lahirlah kaum beriman, yang menjadi anggota dari Tubuh Mistik Kristus. Tugas Maria terhadap Gereja tidak bisa dipisahkan dari persatuannya dengan Kristus.. yang terungkap sejak saat Kristus dikandung oleh Santa Perawan Maria hingga wafat-Nya.. terutama tampak saat sengsara-Nya. Kristus sendiri yang menyerahkan para murid kepada Bunda Maria, “Ibu, inilah anakmu” (Yoh 19:26-27). Setelah peristiwa kematian dan kebangkitan Kristus, Bunda Maria ada bersama para Rasul berdoa memohon karunia Roh Kudus.

Perawan Maria adalah contoh teladan orang beriman yang sejak awal ikut ambil bagian, terlibat secara istimewa dan langsung dalam karya penyelamatan Allah, mulai dari kesediaannya menerima kabar sukacita, mendampingi Putranya dalam suka dan duka, bahkan mendampingi Gereja -Tubuh Mistik Puteranya- tiada henti sebagai pengantara kita untuk memperoleh karunia-karunia bagi keselamatan kekal, melalui Bunda Maria. Peran keibuan Maria terhadap umat manusia tidak menyuramkan atau mengurangi pengantaraan Kristus.. melainkan menunjukkan kekuatannya karena segala pengaruh Santa Perawan Maria yang menyalamatkan manusia berasal dari kelimpahan pahala Kristus.

DOA PEMBUKAAN:

Marilah berdoa: Allah, Bapa maharahim, ketika Putra Tunggal-Mu dipaku pada kayu salib, Ia menetapkan Santa Perawan Maria, Ibu-Nya, menjadi Ibu kami juga. Semoga berkat bimbingan kasihnya, Gereja-Mu makin hari makin subur dan bersuka cita atas kekudusan anak-anaknya, serta menarik keluarga semua bangsa ke dalam haribaannya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U : Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 3:9-15.20

“Dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.”

Pada suatu hari, di Taman Eden, setelah Adam makan buah pohon terlarang, Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya, “Di manakah engkau?” Ia menjawab, “Ketika aku mendengar bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.” Lalu Tuhan berfirman, “Siapakah yang memberitahukan kepadamu bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab, “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu, “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu, “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Lalu berfirmanlah Tuhan Allah kepada ular itu, “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan! Dengan perutmulah engkau akan menjalar, dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu! Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan itu, antara keturunanmu dan keturunannya. Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 87:1b-3.4-5.6-7

Ref. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.

  1. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangun-Nya; Tuhan lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion daripada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah.

  2. Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan tentang Filistea, Tirus dan Etiopia Kukatakan, “Ini dilahirkan di sana.” Tetapi tentang Sion dikatakan, “Tiap-tiap orang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, yang Mahatinggi, menegakkannya.

  3. Pada waktu mencatat bangsa-bangsa Tuhan menghitung,”Ini dilahirkan di sana.” Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai, “Semua mendapatkan rumah di dalammu.”

BAIT PENGANTAR INJIL: 

U : Alleluya, alleluya

S : Berbahagialah engkau, Perawan yang mengandung Tuhan; engkaulah Bunda Gereja yang bersukacita yang mengandung dari Roh Kudus dan melahirkan Yesus Kristus, Putramu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 19:25-27

“Inilah anakmu. Inilah ibumu.” 

Waktu Yesus bergantung di salib, di dekat salib itu berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu Yesus, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu!” kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci?: “Aku haus!” Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib — sebab Sabat itu adalah hari yang besar — maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Fr. Christian Hofer Samosir Pakpahan SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi yang terkasih dalam Yesus Kristus, salam kenal dengan saya Frater Christian Hoper S.Pakpahan, SCJ dari komunitas SCJ Palembang, dalam Resi, Renungan Singkat Dehonian edisi hari Senin, tanggal 24 Mei 2021, Pw. Santa Perawan Maria Bunda Gereja. Semoga saudara/ri selalu dalam keadaan sehat dan penuh berkat.

Saudara/ri tekasih dalam Yesus Kristus, Injil hari ini berkisah tentang perjumpaan antara Yesus, para murid dan Bunda Maria sebelum ia wafat. Yesus berkata “Ibu, inilah anakmu”, lalu kepada murid-muridaNya ia berkata pula “inilah ibumu”. Percakapan singkat ini cukup memberikan gambaran bagaimana Bunda Maria memiliki peran penting dalam perjalanan karya Yesus.

Salah satu ucapan terakhir Yesus “Ibu, inilah anakmu”, mengudang para murid (dan juga kita semua) untuk menerima Bunda Maria sebagai orang benar dan orang beriman yang setia mengikuti jalan Allah. Peristiwa pemberiaan diri Maria oleh Yesus kepada para murid ingin mengingatkan kita bahwa Bunda Maria adalah ibu kita, Ibu Gereja. Sehingga kita juga perlu untuk mengasihi, menghormati, dan meneladani iman Bunda Maria.

Dengan menerima Maria sebagai Ibu, kita dapat belajar untuk mengikuti teladan imannya sampai akhir, kerendahan hatinya sebagai hamba Allah, kepasrahannya kepada Allah, dan masih banyak lagi tentunya. Saya percaya dan yakin bahwa saudara/ri memiliki pengalaman tersendiri bersama Bunda Maria.

Semoga injil hari ini dan teladan Bunda Maria membantu kita untuk semakin mendekatkan diri pada Allah dan terus setia beriman kepadaNya. Bunda Maria…. Doakanlah kami anak-anakmu. Semoga Hati Yesus semakin merajai hati kita. Amin 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Ya Tuhan, terimalah persembahan kami ini dan jadikanlah sakramen keselamatan. Semoga berkat kekuatan misteri ini kami dikobarkan oleh cinta Perawan Maria, Bunda Gereja, dan diperkenankan untuk lebih giat bergabung bersama dia untuk karya penebusan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

PREFASI –  Maria, Citra dan Bunda Gereja

Sungguh layak dan benar, pantas dan menyelamatkan, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah yang Mahakuasa dan kekal dan memuliakan Dikau dengan pujian yang pantas pada perayaan Santa Perawan Maria ini.

Dengan menerima Sabda-Mu dalam hati yang tak bernoda, dia diperkenankan mengandung-Nya dalam rahim yang perawan; dan, dengan melahirkan Sang Pencipta, dia menunjang Gereja sejak awal mula. Dengan menerima pesan akhir kasih ilahi di bawah salib, dia mengangkat sebagai anaknya semua orang, yang oleh wafat Kristus, dilahirkan untuk hidup ilahi.

Dengan menggabungkan doanya pada doa para Rasul, yang menantikan janji-Mu, dia tampil sebagai teladan Gereja yang berdoa.

Dan, setelah diangkat ke dalam kemuliaan surgawi, dengan kasih keibuan, ia mendampingi Gereja yang berziarah; dan, dengan penuh kasih sayang, ia menjaga langkah Gereja menuju tanah air abadi, sampai tiba hari Tuhan yang mulia.

Dari sebab itu, bersama para Kudus dan semua Malaikat, kami turut memuliakan Dikau dengan tak henti-hentinya berseru:

ANTIFON KOMUNI – Bdk. 2:1,11

Ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus melakukan tanda-Nya yang pertama dan dengan itu Ia menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah beroda: Ya Tuhan, kami telah memperoleh jaminan penebusan dan kehidupan. Dengan rendah hati kami mohon semoga berkat bantuan Bunda Maria, Gereja-Mu mewartakan Injil kepada segala bangsa dan memenuhi seluruh bumi dengan pencurahan Roh Kudus. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. U : Amin

 

No Comments

Leave a Comment