Jumat, 03 November 2023 – Hari Biasa Pekan XXX – Jumat Pertama dalam Bulan

Fr. Samuel Deandra Pangestu SCJ dari Komunitas SCJ Visma Vijaya Praya (VVP) Yogyakarta – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 147:12-13

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion. Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.

PENGANTAR:

Banyak yang mengira dengan mengubah strukturnya Gereja dapat diperbarui. Perubahan lahiriah tanpa roh takkan mampu bertahan, betapapun sempurnanya. Persoalan yang hendaknya kita tanyakan ialah: ‘Apakah kita selalu setia pada pewartaan Kristus? Sudahkah kita terjemahkan demikian rupa, sehingga orang dapat hidup dan merasa bahagia?’

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami yang mahaagung, Engkau datang mengunjungi kami untuk menyembuhkan kami dari kesombongan, kelalaian, dan dosa-dosa lainnya melalui Yesus Putra-Mu terkasih. Kami mohon, semoga berkat sabda-Nya dunia lebih menyenangkan untuk didiami. Demi Yesus Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 9:1-5

“Aku rela terkutuk demi saudara-saudaraku.”

Saudara-saudara, demi Kristus aku mengatakan kebenaran, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. Bahkan aku rela terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku menurut daging. Sebab mereka itu adalah orang Israel. Mereka telah diangkat menjadi anak Allah, telah menerima kemuliaan dan perjanjian-perjanjian, hukum Taurat, ibadat dan janji-janji. Mereka itu keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias sebagai manusia, yang mengatasi segala sesuatu. Dialah Allah yang harus dipuji selama-lamanya. Amin.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 147:12-13.14-15.19-20

Ref. Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem.

  1. Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.

  2. Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu dan mengenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.

  3. Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 10:27) Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan, Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 14:1-6

“Siapakah yang anak atau lembunya terperosok ke dalam sumur tidak segera menariknya keluar meski pada hari Sabat?”

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua orang yang hadir mengamat-amati Dia dengan seksama. Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan Yesus. Lalu Yesus bertanya kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, “Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?” Tetapi mereka semua diam saja. Lalu Yesus memegang tangan si sakit itu dan menyembuhkannya serta menyuruhnya pergi. Kemudian Ia berkata kepada mereka, “Siapakah di antara kalian yang anak atau lembunya terperosok ke dalam sumur, tidak segera menariknya ke luar, meski pada hari Sabat?” Mereka tidak sanggup membantah-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan!
Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Fr. Samuel Deandra Pangestu SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang terkasih dalam Kristus, salam jumpa dan salam kenal dengan saya Frater Samuel Deandra Pangestu, SCJ dari Komunitas Skolastikat SCJ Yogyakarta, Visma Vijaya Praya, Papringan, Yogyakarta, Indonesia, dalam Resi (renungan singkat) Dehonian edisi hari Jumat, tanggal 3 November 2023. Hari jumat pekan biasa yang ke XXX.

Saudara saudariku yang terkasih dalam Kristus, bacaan hari ini mengingatkan kita bahwa kasih Allah sungguh besar dan nyata dalam hidup manusia. Kasih itu diberikan kepada semua orang tanpa terkecuali. Dan kasih itu tidak bisa dibatasi oleh apapun.

 Dalam bacaan injil yang kita dengarkan tadi, kita bisa menemukan ada satu fakta unik Yaitu Yesus mendapat undangan untuk makan bersama pada hari sabat di rumah orang Yahudi. Hari sabat merupakan hari yang penting bagi orang yahudi. Pada hari itu setiap orang Yahudi diajak untuk mengkhususkan hari itu bagi Tuhan. Biasanya pada hari sabat orang yahudi akan berhenti sejenak dari pekerjaannya. Pada hari sabat, jarang sekali orang farisi mengadakan pesta, namun dalam bacaan hari ini kita mendengar kisah Yesus yang diundang untuk pesta makan bersama dirumah orang Yahudi.

Pesta makan yang diadakan oleh orang Yahudi ini tentu dilaksanakan bukan oleh orang yahudi biasa. Kemungkinan pesta ini diadakan oleh para pemuka agama yahudi. Tujuan dari mengadakan pesta makan pada hari sabat dan mengundang Yesus kesana adalah untuk menjebak Yesus sendiri. Sesampainya Yesus disana, banyak orang yang mengamat-amati gerak gerik Yesus. Mereka memperhatikan Dia karena mereka mencurigai Dia. Mereka mengamat-amati untuk mencari kesalahan yang mungkin saja dibuat oleh Yesus.

Yesus yang hadir pada saat itu, memahami bahwa undangan yang ia peroleh bertujuan untuk menjebak dan mempersalahkan dia. Namun ketika pesta ia melihat seorang yang sedang mengalami sakit busung air dan bertanya “diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?” Mereka yang hadir disana memilih untuk diam dan tidak berkata-kata. Akhirnya Yesus menyembuhkan orang yang sakit itu. Kehadiran orang yang sakit tidak menjadi penghalang bagi yesus untuk menyembuhkannya. Dan kehadiran orang farisi di pesta makan tidak membuat Yesus bersikap acuh terhadap si sakit. Yesus malah mementingkan orang yang sakit dibandingkan aturan yang ada.

Saudara saudariku yang terkasih, aturan yang kita buat pada dasarnya ditetapkan agar manusia mampu hidup dengan baik. Namun tidak jarang juga aturan yang dibuat membuat manusia menjadi terbatas untuk bergerak. Melalui kisah injil yang kita dengar, kita semua tidak diajak bukan untuk melawan aturan yang sudah ditetapkan tetapi kita semua diundang untuk mengedepankan belaskasihan kepada siapapun yang kita temui. Kita bersyukur bahwa Allah kita adalah Allah yang berbelas kasih kepada manusia. Allah kita bukanlah Allah yang acuh.

Ditengah dunia yang semakin konsumtif, sebagai seorang kristiani kita diajak oleh paus Fransiskus untuk membagikan belas kasih karena kita telah memperoleh belaskasih dari Allah. Salah satu cara yang ia tawarkan untuk menjadi seorang yang berbelas kasih kepada sesama adalah dengan tidak melihat orang lain hanya atas dasar nilai gunanya saja. Ketika orang lain dirasa sudah tidak lagi berguna maka mereka kita tinggalkan. Tentu hal ini sangatlah tidak berbelas kasih. Cara lain yang bisa dilakukan misalnya dengan memberikan perhatian secara adil.

Secara khusus sebagai dehonian kita semua diundang untuk menjadi sahabat dan teman seperjalanan bagi mereka yang kurang diperhatikan, tentu hal ini tidak mudah, tapi kita mohon Rahmat, kita mohon roh kudus hadir agar kita mampu menjadi pribadi yang semakin peka dan peduli kepada sesama kita. Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan sekarang selalu dan sepanjang segala abad amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa maha pengasih, berkenanlah mengunjungi kami berkat roti anggur ini, dan sembuhkanlah kami dari segala dosa dan tobatkanlah kami. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 14:6

Siapakah di antara kalian yang anak atau lembunya terperosok ke dalam sumur, tidak segera menariknya keluar, meski pada hari Sabat?

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber segala harapan, kami bersyukur karena Putra-Mu telah datang menyembuhkan kami. Semoga kami secara sukarela bersedia berbuat baik kepada sesama. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

  • Firmus dega November 3, 2023 at 9:51 am

    Makasih Fr

    Reply

Leave a Comment