Kamis, 07 Desember 2023 – Peringatan Wajib St. Ambrosius, Uskup dan Pujangga Gereja

Rm. Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas SCJ Tegal Sari, Sumatera Selatan – Indonesia

 
 
 
 

AUDIO MP3:

ANTIFON PEMBUKA – 1Sam 2:35

Tuhan bersabda, “Seorang imam akan Kuangkat bagi-Ku. Ia setia pada-Ku dan bertindak Menurut maksud dan keinginan-Ku.”

KATA PENGANTAR:

“Suara rakyat, suara Tuhan!” demikianlah bunyi sebuah pepatah Ketika Ambrosius sebagai pejabat pemerintahan kota sedang menenangkan pemilihan uskup Milan yang agak kacau, tiba-tiba ada orang berseru. “ Ambrosius uskup!” Dan semua orang yang disitu menyerukan yang sama. Kepercayaan rakyat itu tidak dikecewakan. Sebagai uskup ia mengambil kebijaksanaan terbuka. Dalam khotbah-khotbahnya ia memberi kesaksian imannya. Pertemuan-pertemuan diadakan guna menunjukkan bahaya bidaah Arianisme, Ia juga ikut berperan dalam pertobatan Santo Agustinus.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa, pembela umat beriman, engkau mengakat Santo Ambrosius menjadi uskup, pengajar iman dan teladan kekuatan. Bangkitkanlah kiranya di dalam Gereja-Mu pemimpin-pemimpin yang juat dan bijaksana. Demi Yesus Kristus,…

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 26:1-6

“Bangsa yang benar dan tetap setia biarlah masuk.”

Pada masa itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda, “Kita mempunyai kota yang kuat! Tuhan telah memasang tembok dan benteng untuk keselamatan kita. Bukalah pintu-pintu gerbangnya, agar masuklah bangsa yang benar dan yang tetap setia. Engkau menjaga orang yang teguh hatinya dengan damai sejahtera, sebab ia percaya kepada-Mu. Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal. Kota-kota di atas gunung telah ditaklukkan-Nya; benteng-benteng yang kuat telah dirobohkan-Nya, diratakan-Nya dengan tanah dan dicampakkan-Nya menjadi debu. Kaki orang-orang sengsara dan telapak orang-orang lemah akan menginjak-injaknya.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 118:1.8-9.19-21.25-27a

Ref. Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan.

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada manusia! Lebih baik berlindung pada Tuhan daripada percaya kepada para bangsawan!

  2. Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada Tuhan. Inilah pintu gerbang Tuhan, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya. Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.

  3. Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan. Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali pada tanduk-tanduk mezbah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Yes 55:6) Carilah Tuhan, selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya, selama Ia dekat.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 7:21.24-27

“Barangsiapa melakukan kehendak Bapa akan masuk Kerajaan Allah.”

Pada suatu ketika Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku, ‘Tuhan! Tuhan!’ akan masuk Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga. Semua orang yang mendengar perkataan-Ku dan melakukannya, ia sama dengan orang bijaksana yang membangun rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Tetapi rumah itu tidak roboh sebab dibangun di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang membangun rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu. Maka robohlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Tugiyatno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudara–saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kita berjumpa kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian edisi Kamis 7 Desember 2023, Gereja memperigati St Ambrosius Uskup dan Pujangga Gereja. Kali ini bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Tegal Sari Sumatera Selatan. Kita akan mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan dari Injil Matius 7:21-24-27. Marilah kita memulainya dengan membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan, mendengarkan dan merenungkan firman “mendirikan rumah di atas batu vs mendirikan rumah di atas pasir kita mesti membayangkan situasi daerah Timur tengah saat itu. Tentu 2000 tahun yang lalu di daerah Yesus berada sebagian besar adalah kawasan padang gurun dan belum ada pabrik semen. Untuk membuat tiang rumah dapat berdiri di atas batu juga perlu kerja keras memahat batu supaya ada lubang sebagai tumpuan berpijak tiang rumah itu. Walaupun harus disertai kerja keras namun demikian pastilah rumah itu akan menjadi kuat dan tahan angin dibandingkan dengan yang didirikan di atas pasir.

Di sisi lain Yesus mengatakan tentang orang yang dapat masuk dalam Kerajaan surga bukan pertama-tama orang yang berseru Tuhan Tuhan, tetapi orang yang melakukan kehendak Bapa. Merenungkan sabda ini saya mengutip apa yang dikatakan St Ignatius dari Loyola yang mengatakan “cinta harus lebih banyak diwujudkan daripada diungkapkan dengan kata-kata”. Sebuah dunia yang semakin baik, sebuah dunia yang semakin indah dan martabat manusia yang semakin luhur, tidak cukup dibangun dengan sebuah kata-kata. Menanggapi sabda Tuhan tidak cukup mendengarkannya saja tetapi harus membumi, artinya menjadikan sabda itu berdayaguna bagi pembangunan dunia menyeluruh.

Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan, marilah kita merenungkan dalam hidup kita pula seberapa jauh kita telah melakukan kehendak Bapa. Apakah kita juga dengan penuh semangat tidak hanya untuk diri kita, tetapi menjangkau sesama dan dunia secara terus-menerus. Kita menemukan Tuhan yang hadir dalam kenidupan nyata bukan cukup menyerukan nama Tuhan dengan saleh. Semoga dengan mendengarkan dan juga melaksanakan sabda Tuhan, tidak hanya hidup kita yang terberkati, tetapi orang-orang yang disekitar kita pun juga menjadi terberkati. Semoga dengan melaksanakan kehendak Tuhan, segala usaha kita dapat menjadikan hidup rohani kita semakin lebih kuat, semakin berdayaguna bagi kesuburan iman yang membawa seluruh kebaikan. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa yang mahaluhur, Roh Kudus menerangi Santo Ambrosius untuk memperjuangkan kemuliaan-Mu. Semoga kami pun disinari cahaya iman dalam perayaan suci ini. Demi Kristus,…

ANTIFON KOMUNI – Yoh 15:16

Bukannya kalian yang memilih aku, melainkan Aku yang memilih kalian. Kalian telah Kutetapkan agar pergi dan berhasil dan hasilmu tinggal tetap.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang maharahim, teguhkanlah kami dengan kekuatan sakramen ini, Semoga kami mengambil manfaat dari pengajaran Santo Ambrosius, sehingga tak gentar menempuh jalan-Mu dan semakin pantas menikmati perjamuan abadi. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Santo Ambrosius

Doctor of the Church, The Honey Tongued Doctor

Ambrosius adalah uskup kota Milan, salah satu keuskupan terpenting pada abad ke-4. St.Ambrosius bersama-sama dengan Santo Augustinus Hippo, Santo Hieronimus, dan Santo Gregorius Agung, dianggap sebagai empat doktor Gereja Barat dalam Sejarah Gereja kuno.

Ambrosius lahir sekitar tahun 339 di Trier, Jerman, di lingkungan sebuah keluarga Kristen yang saleh. Ayahnya adalah gubernur (prefect) Romawi di Gallia Narbonensis dan ibunya adalah seorang wanita kristen yang saleh. Sebuah legenda mengatakan bahwa ketika masih anak-anak, sekelompok lebah hinggap di muka Ambrosius kecil dan meninggalkan setetes madu dimulutnya. Bapaknya berpikir bahwa ini adalah tanda bahwa anak ini akan menjadi seorang yang sangat pandai berbicara. Karena alasan ini, lebah dan sarang lebah sering tampak dalam simbol santo ini.

Ambrosius berencana mengikuti karier politik ayahnya, karena itu kemudian bersekolah di kota Roma. Ia belajar sastra, hukum dan retorika. Kepandaiannya membuat ia mendapat tempat di dewan kota dan sekitar tahun 372 ia diangkat menjadi kepala dewan kota Liguria dan Emilia, dengan berkedudukan di kota Milano.  Saat itu Milano adalah ibu kota kedua Kerajaan Romawi setelah Kota Roma.  Kedudukan ini membuatnya menjadi terkenal ke seluruh negeri sebagai seorang administrator yang cakap dan seorang politisi ulung.

Pada masa itu umat di kota Milan terpecah menjadi dua golongan;  Kristen Trinitarian dan Bidaah Arian. Walau ia sendiri adalah seorang Kristen yang setia dan percaya pada Tuhan Yesus, namun Ambrosius sang Kepala Dewan Kota yang sangat bersahaja ini sangat dihormati dan diterima dengan baik oleh kedua golongan yang sedang bertikai ini.  Ketika Uskup Milan Auxentius meninggal dunia; Kedua golongan ini terlibat persaingan dan pertikaian sengit dalam pemilihan Uskup  yang baru.  Gubernur Milan sampai harus datang secara pribadi ke basilika tempat pemilihan berlangsung, untuk mencegah kerusuhan yang mungkin akan terjadi.  Saat gubernur sedang berpidato ia diinterupsi dengan seruan-seruan “Angkat Ambrosius menjadi uskup!”  yang kemudian diikuti oleh orang lain sehingga Ambrosius pun secara aklamasi diangkat sebagai uskup.

Ambrosius dengan keras menolak pengangkatannya ini  karena ia sama sekali tidak siap.  Ia bukan seorang imam dan tidak memiliki pendidikan teologis.  Namun umat terus mendesaknya; gubernur Milan dan bahkan kaisar pun memintanya untuk menerima keputusan tersebut. “Suara rakyat  adalah suara Tuhan” begitu kata mereka.  Ambrosius kamudian dengan besar hati menerima pilihan umat kota Milan.  

Sebagai uskup, ia segera menjalani cara hidup para pertapa (asketik)  dan bermati-raga dengan sangat keras. Ia menjual segala miliknya dan membagi-bagikan uangnya kepada orang miskin. Tanahnya yang luas ia serahkan kepada Gereja, dan sebagian kecil ia sisakan untuk saudara perempuannya Marselina (yang kemudian juga menjadi seorang santa).

Uskup Ambrosius menjadi bapa serta teladan yang mengagumkan bagi umatnya. Ia juga melawan segala kejahatan dengan keberanian yang mengagumkan.  Ia juga melawan bidaah Arian dengan gigih.  Suatu ketika kaum Arian yang mendapat dukungan kuat dari kaisar dan ibu suri meminta izin dari bapa Uskup Ambrosius untuk menggunakan dua gedung  gereja, satu di dalam kota, dan satunya lagi di pinggiran kota Milan.  Ambrosius menolak, dan karena itu ia  dituntut pertanggung-jawabannya di hadapan dewan kekaisaran. 

Dalam sidang yang dihadiri khalayak ramai itu, kegigihannya menyebabkan hakim memperbolehkannya pulang tanpa harus menyerahkan kedua gedung gereja tersebut.  Segala upaya dewan kekaisaran untuk dapat menguasai kedua Gereja itu bagi kaum Arian terbukti sia-sia. Ketika mereka terus menekannya dengan segala cara;  Bapa uskup malah mengeluarkan pernyataan yang sangat keras :  “Jika engkau menginginkan saya, saya siap untuk takluk. Bawalah saya ke dalam penjara atau kematian, saya tidak akan melawan; tetapi saya tidak akan mengkhianati gereja Kristus. Saya tidak akan menyeru rakyat untuk menolong saya; lebih baik saya mati di kaki altar dari pada meninggalkannya. Huru-hara rakyat tidak akan saya bangkitkan: namun hanya Allah yang mampu meredakannya”.  Kemudian menurut legenda, ketegasan Santo Ambrosius ini dapat menghentikan pertumbuhan pengaruh ajaran sesat Arian di Milano.

Berhadapan dengan suatu pasukan yang siap menyerang, St. Ambrosius berdiri paling di depan menyambut kedatangan mereka. Ia berhasil meyakinkan pemimpin mereka untuk menarik mundur pasukannya meninggalkan Milano.  Sebagi uskup Ambrosius tidak pernah melupakan tugas utamanya sebagai pelayan iman bagi umatnya. Ia melayani semua orang dengan penuh kasih; baik dari golongan petani miskin maupun dari keluarga bangsawan yang kaya raya. Bagi Sang Uskup semua orang adalah sama dimata Tuhan. Bahkan ketika kaisar Theodosius melakukan suatu dosa berat,  Bapa Uskup tidak segan-segan menegurnya.  Teguran keras dari gembalanya tidak membuat  Kaisar menjadi gusar dan marah. Ia sadar bahwa Ambrosius benar.  Sebagai bukti pertobatannya; Kaisar dengan rendah hati melakukan penitensi secara umum atas dosa-dosanya, sesuai dengan perintah dari bapa Uskup.

Rakyat khawatir akan apa yang terjadi dengan Italia apabila Ambrosius wafat. Karenanya ketika Ambrosius jatuh sakit, mereka memohon kepadanya untuk berdoa agar dikarunia umur panjang. Ambrosius menjawab, “Aku tidak berlaku sedemikian rupa di antara kalian sehingga aku merasa malu untuk hidup lebih lama; namun demikian aku juga tidak takut mati, karena kita mempunyai Tuan yang baik.”  Uskup Ambrosius wafat pada hari Jumat Agung pada tahun 397.

Arti Nama

Berasal dari kata Yunani Αμβροσιος (Ambrosios) yang berarti “abadi”

Variasi Nama

Ambrose (English),  Ambrosios, Ambrosius (Ancient Greek), Ambroos, Broos (Dutch), Ambroise (French), Ambrus (Hungarian), Ambrogio, Ambrogino, Giotto (Italian), Ambrósio (Portuguese), Ambrož (Slovene), Ambrosio (Spanish), Emrys (Welsh)

Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/desember/ambrosius.html

2 Comments

  • Yufita Barito Desember 7, 2023 at 6:35 am

    Amin.
    Makasih Romo untuk renungannya

    Reply
    • Antonius Tugie Desember 7, 2023 at 10:46 am

      Okay terimakasih kembali

      Reply

Leave a Comment