Selasa, 20 Februari 2024 – Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Dehon House Manila – Philipina

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA — Mazmur 90:1-2⁣

Tuhan, Engkaulah pelindung kami turun-temurun. Dari awal mula sampai akhirat, Engkau mendampingi kami.⁣

PENGANTAR⁣

Belajar berdoa itu sederhana, namun amat sulit juga. Kita cenderung menilai doa kita menurut kata-kata yang indah dan berisi. Padahal, berdoa itu terutama mendengarkan. “Sabda Tuhan tak pernah kembali sia-sia,” kata Nabi Yesaya. Yesus mengajarkan doa “Bapa Kami” kepada para murid⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa, kerinduan kami, pandanglah umat-Mu ini. Semoga dalam menjalani masa tobat, hati kami selalu bergembira karena rindu akan Dikau.vDemi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣

ATAU⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, sabda yang keluar daripada-Mu akan menghasilkan buah di tengah-tengah kami. Perkenankanlah hati kami terbuka untuk menerima segala yang telah tertulis dalam Kitab Suci. Maka dengan demikian, kerajaan-Mu benar-benar tampak dalam diri kami Demi Yesus Kristus Putra-Mu,….⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 55:10-11

“Firman-Ku akan melaksanakan apa yang Kukehendaki.”

Beginilah firman Tuhan, “Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih pada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman yang keluar dari mulut-Ku: Ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 34:4-5.6-7.16-17.18-19

Ref. Tuhan melepaskan orang benar dari segala kesesakannya.

  1. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.

  2. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru-seru, dan Tuhan mendengarkan: Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

  3. Mata Tuhan tertuju pada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong: wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.

  4. Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan: dari segala kesesakannya mereka ia lepaskan. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

BAIT PENGANTAR INJIL

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S  : (Mat 4:4b) Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 6:7-15

“Yesus mengajar murid-murid-Nya berdoa.”

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doa mereka dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah begini, “Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami atas kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Amin.” Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ

Vivat Cor Jesu, Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus, melalui hati Bunda Maria.

Setiap orang Katolik pastilah tau doa ‘Bapa Kami’. Bahkan orang yang bukan Katolik namun pernah sekolah di sekolah Katolik pada umumnya juga tau doa itu. Ini menjadi doa yang sangat biasa didoakan, bahkan kita cenderung mendoakannya dengan cepat karena sudah hapal di luar kepala. Karena di luar kepala, tidak jarang kita tidak sungguh mendoakannya tetapi hanya melafalkannya saja. Artinya doa itu hanya menjadi doa bibir saja. Maka pertanyaannya adalah seberapa berartinya doa Bapa Kami bagi saya pribadi?

Paus Fransiskus dalam salah satu renungan meditasi paginya membahas tentang doa ini dengan sederhana namun indah. Diawali dengan konteks doa ini, Tuhan Yesus diminta oleh para murid-Nya untuk mengajari mereka berdoa. Menjawab itu Yesus menegaskan supaya mereka jangan bertele-tele dalam berdoa. Kadang kita merasa belum mantap kalau doa-doa yang kita ucapkan tidak panjang dan hanya memakai kata-kata sederhana. Ada juga yang belum merasa puas jika doa itu tidak disertai dengan aksi-aksi heroik dan dramatis. Yesus mengingatkan kita supaya hati-hati, jangan bertele-tele seperti nabi-nabi Baal di gunung Karmel dalam Perjanjian Lama. Dan persis karena itu Yesus mengajari para murid dengan doa Bapa Kami.

Diawal dengan dua kata ‘Bapa’ dan ‘kami’, Yesus mengingatkan para murid bahwa mereka semua adalah ‘anak’. Martabat ‘anak’ ini adalah anugerah yang istimewa. Hanya mereka yang dianugerahi Roh Kudus akan mampu menyebut Allah dengan panggilan ‘Bapa’. Persis inilah identitas kita sebagai orang Kristiani, inilah aura dalam ruang doa kita: dalam naungan kasih Bapak, yang tahu apa yang kita butuhkan, memohon supaya jangan membiarkan kita masuk dalam pencobaan.

Setelah Bapa, ada kata ‘kami’. Setelah diingatkan dengan anugerah martabat ‘anak’, Yesus mengajak para murid untuk menyadari bahwa setiap pengikut Kristus adalah saudara bagi yang lain, kita adalah keluarga anak-anak Allah. Karena itu doa kita adalah supaya kita saling mengampuni. Bagaimana mungkin sebagai satu keluarga kita memelihara kemarahan, saling bermusuhan, saling membenci. Jika demikian, kita merusak mertabah Bapak yang penuh kasih kepada anak-anak-Nya. Jangan sampai kita menjadi Kain yang kedua.

Kemampuan dan kemauan untuk mengampuni merupakan hal yang penting bagi kita. Melupakan dan mengampuni hal-hal yang menyakitkan adalah kebiasan yang perlu selalu dibangun, ini menyehatkan diri kita. Dengan mengampuni, kita akan dibebaskan dari rasa dendam, sakit hati, kepahitan, dan kemurungan.

Doa Bapa Kami bisa menjadi doa yang terindah ketika kita berani menyadari ini: kita anak-anak Allah, kita adalah sudara dan keluarga, selalu bersyukur untuk apa yang kita miliki, kita dipanggil untuk saling mengampuni.

Maka setiap kali kita doa Bapa Kami, berdoalah yang pelan, teratur, dan tenang. Sadari dan rasakan setiap kata-katanya. Tidak perlu malu untuk ‘hanya’ berdoa Bapa Kami. Tidak perlu takut dianggap tidak bisa berdoa karena tidak memakai kata-kata indah dan aksi-aksi heroik.

Dalam saat-saat istimewanya, Yesus memanggil Allah dengan panggilan ‘Bapak: ketika dipenuhi dengan rasa syukur atas para murid-Nya; ketika menangis di makam Lazarus; ketika di taman Getsemani, dan ketika semuanya sudah selesai. Sudah semestinyalah kita berdoa seperti Tuhan Yesus dalam setiap detik nafas hidup kita.

DOA PERSIAPAN⁣ PERSEMBAHAN

Allah Bapa, Репсipta, persembahan kami ini adalah anugerah-Mu. Semoga Kaujadikan bantuan bagi kami untuk mencapai hidup yang kekal, Demi Kristus,⁣⁣

ATAU:⁣

Allah Bapa kami di surga, berilah kami rezeki yang menandakan datangnya kerajaan-Mu, dan berilah kamı Putra-Mu, Sabda vang membawa kehidupan sejati. Sebab Dialah⁣⁣

ANTIFON KOMUNI — Mazmur 4:2⁣

Ketika aku berseru kepada-Mu, Engkau mendengarkan daku, ya Allah yang mahadil. Engkau membebaskan daku dari deritaku. Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan kabulkanlah doaku.⁣⁣

DOA PENUTUP⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, kami telah menerima rahmat sakramen-Mu. Semoga kami dapat mengatur hidup kami di dunia ini dengan bijaksana dan tetap mencita-citakan hidup surgawi. Demi Kristus, …⁣⁣

ATAU⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, semoga Roh-Mu memenuhi hati kami serta mengajar kami berdoa. Taruhlah kata-kata pujian pada lidahku untuk memuliakan nama-Mu. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

1 Comment

  • Yustin Barito Februari 20, 2024 at 9:43 pm

    Amin….
    makasih Romo untuk renungannya.
    berkah dalem

    Reply

Leave a Comment