
Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Lukas 4:18
Roh Tuhan menyertai aku. Aku diurapi-Nya dan diutus mewartakan kabar gembira kepada kaum fakir miskin dan menghibur orang yang remuk redam.
PENGANTAR:
Liturgi yang berbeda, nama yang lain, memberi kesan seakan-akan Gereja Timur itu suatu Gereja khusus dan terpisah dari Gereja Barat (Roma). Yosafat, seorang rahib dari Vilna, selama hidupnya berusaha agar hubungan dengan Roma tetap dipertahankan dan dipererat. Biara-biara didirikannya menjadi tonggak penyangga kesatuan Timur dan Barat. Ia menjadi uskup di Polotsk. Lawan-lawannya iri hati terhadap daya kerjanya dan keberhasilannya. Ketika mengunjungi Vitebsk ia dibunuh.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, bangkitkanlah di dalam Gereja-Mu semangat yang mendorong Santo Yosafat untuk menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya. Semoga berkat doa dan teladannya kami dijiwai oleh semangat yang sama, sehingga takkan takut mempertaruhkan nyawanya bagi kepentingan sesama. Demi Yesus Kristus,…
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan 6:2-11
“Dengarkanlah, hai para raja, dan pelajarilah kebijaksanaan.”
Hai para raja yang memerintah orang banyak dan bermegah karena banyaknya rakyatmu, condongkanlah telingamu. Sebab dari Tuhanlah kamu diberi kekuasaan dan pemerintahan datang dari Yang Mahatinggi, yang akan memeriksa segala pekerjaanmu serta menyelami rencanamu, oleh karena kamu yang hanya menjadi abdi dari kerajaan-Nya tidak memerintah dengan tepat, tidak pula menepati hukum, atau berlaku menurut kehendak Allah. Dengan dahsyat dan cepat Ia akan mendatangi kamu, sebab pengadilan yang tak terelakkan menimpa para pembesar. Memang yang bawahan saja dapat dimaafkan karena belas kasihan, tetapi yang berkuasa akan disiksa dengan berat. Sang Kuasa atas segala-galanya tidak akan mundur terhadap siapapun, dan kebesaran orang tidak dihiraukan-Nya. Sebab yang kecil dan yang besar dijadikan oleh-Nya, dan semua dipelihara oleh-Nya dengan cara yang sama. Tetapi terhadap yang berkuasa akan diadakan pemeriksaan keras. Jadi perkataanku ini tertuju kepada kamu, hai pembesar, agar kamu belajar kebijaksanaan dan jangan sampai terjatuh. Sebab mereka yang secara suci memelihara yang suci akan disucikan pula, dan yang dalam hal itu terpelajar akan mendapat pembelaan. Jadi, hendaklah menginginkan serta merindukan perkataanku, maka kamu akan dididik.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm 82:3-4.6-7
Ref. Bangunlah, ya Allah, hakimilah bumi.
-
“Berilah keadilan kepada orang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan! Luputkanlah orang lemah dan miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik.”
-
Allah sendiri telah berfirman, “Kamu adalah allah, kamu sekalian adalah anak-anak Yang Mahatinggi. Namun kamu akan mati seperti manusia, dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas.”
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya
L : (1Tes 5:18) Hendaklah kalian mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagi kalian di dalam Kristus Yesus.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 17:11-19
“Tidak adakah yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing itu?”
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Yesus menyusur perkotaan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak, “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Yesus lalu memandang mereka dan berkata, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam.” Dan sementara dalam perjalanan mereka menjadi tahir. Seorang di antara mereka ketika melihat bahwa dirinya telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu seorang Samaria. Lalu Yesus berkata, “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang tadi? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini?” Lalu Ia berkata kepada orang itu, “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan dikau.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Anselmus Inharjanto SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Sobat Resi terkasih, Tepat sebulan lalu, bacaan Injil ini dibacakan pada hari Minggu. Kita diundang untuk merenungkan situasi kekustaan pada zaman itu namun sekaligus dapat merefleksikan berbagai bentuk penyakit kusta zaman ini yang membuat seseorang dijauhi oleh sesamanya. Tindakan Yesus menyembuhkan mereka yang sakit kusta menandai ajakan untuk tidak mengkustakan orang lain dalam kehidupan kita. Jangan-jangan dengan mudah kita menjauhi sesama kita karena berbagai hal seperti stereotipe, hasutan, kedengkian, kebencian, hoax dan lain-lain.
Perikopa Injil hari ini dapat pula menjadi renungan tentang perayaan Ekaristi yang sering kita rayakan. Sepuluh orang kusta itu datang menemui Tuhan Yesus. Dalam sebuah perayaan Ekaristi, kita juga datang untuk menemui Tuhan Yesus. Dengan segala kerapuhan dan sakit kita, kita juga mengawali dengan seruan kepada Tuhan: “Kasihanilah kami!” Seruan permohonan ini dengan lantang kita ungkapkan karena diri kita yang berdosa butuh sembuh. Kemudian, makna Ekaristi dipertegas dengan tindakan si kusta yang disembuhkan, dia tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur. Ekaristi bagi kita adalah ungkapan puji syukur atas karya keselamatan Allah dalam diri kita. Akhirnya, terdapat bagian di mana Yesus mengatakan kepada orang Samaria itu untuk berdiri dan pergi. Bukankah dalam Ekaristi ada juga bagian berkat dan pengutusan? Iman kita yang membuat kita selamat.
Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa yang maharahim, limpahkanlah berkat-Mu pada persembahan ini. Teguhkanlah kami dalam iman yang diakui Santo Yosafat, martir-Mu sampai menumpahkan darahnya. Demi Kristus, …
ANTIFON KOMUNI – Yohanes 10:11
Gembala yang baik menyerahkan nyawanya untuk domba-dombanya.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber kesatuan, berilah kiranya roh kekuatan dan damai, berkat santapan surgawi ini. Semoga kami meneladan Santo Yosafat, martir-Mu, sehingga rela mengurbankan hidup untuk kehormatan dan kesatuan Gereja. Demi Kristus,…
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Resi-Rabu 12 November 2025 oleh Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang IndonesiaUnduh
Santo Yosafat Kunsevyc
John Kunsevich, Josaphat of Polotsk, Jozofat Kuncewicz

Santo Yosafat Kunsevyc adalah orang pertama dari Gereja Timur yang dinyatakan Kudus oleh Gereja Khatolik Roma. Ia adalah seorang biarawan dan Uskup Agung dari Gereja Katolik Yunani Ukraina yang menjadi martir karena usahanya untuk mempersatukan umat beriman. Gereja Katolik Yunani Ukraina sendiri adalah salah satu dari Gereja-Gereja Katolik partikular Ritus Timur yang tergabung dalam persekutuan penuh dengan Gereja Khatolik Roma, dan bertanggung jawab langsung pada Sri Paus.
Yosafat disebut sebagai rasul ekumenisme karena selama hidupnya Ia berusaha keras menyerukan persatuan di kalangan gereja-gereja Kristen di Ukraina. Saat itu di Ukraina terdapat tiga kelompok utama Kristen yang saling tidak akur, yaitu : Gereja Katolik Roma, Gereja Katolik Yunani Ukraina yang bersatu dengan paus Gereja Khatolik Roma serta Gereja Yunani Orthodox.
Yosafat dipilih menjadi uskup dan memimpin Keuskupan Polotsk pada tahun 1617. Ia menghabiskan sepuluh tahun berikutnya untuk membantu umat mengenal dan mencintai iman Katolik mereka dengan lebih baik. Ia mengorganisir perayaan-perayaan doa Ekumenis dan kelas-kelas rohani bersama. Ia mengadakan pertemuan-pertemuan para klerus lintas Gereja dan bekerjasama dengan para imam untuk memberlakukan peraturan-peraturan yang dapat membantu umat beriman hidup lebih dekat dengan Yesus.
Uskup Agung Yosafat adalah seorang pengkhotbah terkenal yang bekerja keras untuk membawa persatuan di antara umat beriman. Kotbah-kotbahnya yang mengagumkan telah membawa kembali banyak orang-orang Kristen yang hidupnya menyimpang untuk kembali ke Gereja. Ia membawa pengaruh positif bagi masyarakat hingga ia sangat dihormati oleh umat dari semua Golongan Kristen yang ada. Karena pengaruhnya itu membuat sebagian orang mulai was-was terhadapnya. Mereka membangkitkan suatu persekongkolan untuk melawannya.
Pada tanggal 12 November 1623, seorang imam Gereja Orthodox bernama Elias datang ke Keuskupan dan berteriak menghina Uskup Agung Josafat dari halaman keuskupan, dan mencoba memaksa masuk ke dalam kediaman uskup. Ketika Elias ditahan oleh petugas keamanan; massa Orthodox kemudian berkumpul dan memaksa agar ia dibebaskan. Setelah beberapa saat massa menjadi semakin beringas lalu menyerbu masuk kedalam keuskupan. Bapa Uskup Yosafat mencoba untuk memastikan keselamatan para pembantunya sebelum ia sendiri berusaha menyelamatkan diri. Sayang sekali ia tidak bisa keluar tepat waktu. Ia ditangkap dan dianiaya sampai mati oleh massa. Jenasahnya kemudian dibuang ke sungai.
Beberapa waktu kemudian Jenazah Santo Josaphat Kuntsevych ditemukan lalu dibawa ke Roma, di mana ia diberi kehormatan dan dimakamkan sebagai seorang martir Gereja dalam Basilika Santo Petrus.
Arti Nama:
Yosafat : Penghakiman Tuhan (Ibarani)
Variasi Nama:
Язафат Кунцэвіч, Jazafat Kuncevič (Belarusian), Jozafat Kuncewicz (Polish), Йосафат Кунцевич, Josafat Kuntsevych (Ukrainian)
Makasih Romo