PENGANTAR:
Pertobatan kita sebagai persiapan Paskah hanya dapat terlaksana melalui pertemuan dengan Yesus. Kita pun orang-orang berdosa yang memerlukan pertobatan. Menyiapkan tempat bagi Yesus, utusan Bapa, mengandaikan kesediaan untuk mening. galkan sesuatu. Kita harus berani menghadapi risiko mendekati dan mengikuti Dia. Murid Kristus yang sejati mau berkeliling berbuat baik dan hidup bersatu dengan Tuhan,
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, perhatikanlah kelemahan kami dan bantulah kami dengan kekuatan rahmat-Mu. Demi Yesus Kristus, .
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, orang-orang berdosa menerima sabda pembebasan berkat Yesus Kristus Putra-Mu terkasih. Kami mohon semoga hal ini menjadi kekuatan kami. agar selalu terbuka mata dan hati kami terhadap kesulitan dan keprihatinan sesama kami Demi Yesus Kristus Putra-Mu….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 58:9b-14
“Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap.”
Inilah Firman Allah, “Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah; apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu. Engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebut “Yang memperbaiki tembok yang tembus”, “Yang membetulkan jalan” supaya tempat itu dapat dihuni. Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebut hari Sabat sebagai “Hari Kenikmatan” dan hari kudus Tuhan sebagai “Hari Yang Mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu sendiri, atau berkata omong kosong; maka engkau akan bersenang-senang, karena Tuhan. Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 86:1-2.3-4.5-6
Ref. Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu.
-
Sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, jawablah aku, sebab sengsara dan miskinlah aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi; selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.
-
Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.
-
Sebab, ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni; kasih setia-Mu berlimpah bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S ; (Yeh 33:11) Aku tidak berkenan akan kematian orang fasik, melainkan akan pertobatannya supaya ia hidup.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 5:27-32
“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa supaya mereka bertobat.”
Sekali peristiwa Yesus melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Lalu Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya. Sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain ikut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Lalu jawab Yesus kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Riyanto SCJ
Vivat Cor Jesu, Per Cor Mariae! Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria!
BANGKIT DAN MENGIKUTI YESUS
Para pencinta Resi yang terkasih, Injil hari ini mengisahkan perjumpaan sederhana namun mengubah hidup: Yesus melihat Lewi, seorang pemungut cukai. Pada zaman itu, pemungut cukai dianggap pengkhianat dan pendosa publik. Mereka dijauhi dan dibenci. Namun Yesus tidak menghindar. Ia berhenti. Ia memandangnya dengan tatapan lembut dan penuh kasih, lalu Ia memanggilnya: “Ikutlah Aku.”
Menarik sekali: Yesus tidak terlebih dahulu menuntut Lewi bertobat, tidak menyuruhnya memperbaiki diri dulu, tidak memberi syarat apa pun. Ia memanggil terlebih dahulu. Panggilan mendahului perubahan. Dan respons Lewi sangat tegas: “Berdirilah ia dan meninggalkan segala sesuatu.” Ia bangkit. Ia meninggalkan hidup lamanya. Ia memilih hidup baru bersama Kristus kendati tidak ada kejelasan baginya, namun dengan mantap, ia menjawab ajakan Yesus dan mengikuti-Nya. Inilah Iman sejati.
Saudara-saudariku pencinta Resi yang terkasih. Sering kali kita merasa tidak layak datang kepada Tuhan. Kita sadar akan kelemahan, dosa, kegagalan. Tetapi Injil hari ini menegaskan: justru kepada orang yang merasa rapuh itulah Yesus datang. Ia berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” Yesus adalah tabib jiwa. Ia tidak jijik pada luka kita. Ia tidak takut pada dosa kita. Ia justru ingin menyembuhkan. Sebaliknya, orang-orang Farisi bersungut-sungut. Mereka lebih sibuk menghakimi daripada bersukacita atas pertobatan. Mereka merasa diri benar, sehingga tidak merasa membutuhkan belas kasih Allah. Di sinilah kita diajak berefleksi: Apakah saya lebih sering menjadi Lewi yang sadar diri dan mau bangkit? Ataukah saya seperti orang Farisi yang mudah menghakimi?
Saudara-saudariku, Pertobatan bukan sekadar rasa bersalah. Pertobatan adalah keputusan untuk bangkit. Bangkit dari kebiasaan buruk. Bangkit dari sikap egois. Bangkit dari relasi yang rusak. Bangkit dari ketidakpedulian. Hari ini Yesus juga memandang kita dan berkata: “Ikutlah Aku.” Mungkin yang harus kita tinggalkan bukan pekerjaan seperti Lewi, tetapi hal-hal buruk yang masih kita simpan dan pelihara; kebiasaaan menghakimi orang lain dan membicarakan keburukannya, kemarahan dan kebencian pada orang lain atau pengalaman pribadi, sikap tidak peduli terhadap kelemahan serta kesulitan orang lain terutama keluarga, juga iman yang hanya suam-suam kuku atau iman yang memperhitungkan untung dan rugi. Itu semua yang perlu kita tinggalkan.
Marilah kita belajar dari Lewi. Ketika dipanggil, ia tidak menunda. Ia bangkit, mengikuti Yesus dan menyerahkan seluruh hidupNya hanya untuk menjadi pengikutNya, untuk mendengarkan pengajaranNya dan dengan setia melaksanakannya dalam hidupnya. Semoga hari ini kita pun berani bangkit sebagai awal pertobatan kita di masa Pra Paskah ini, karena Tuhan tidak datang untuk menghakimi kita, melainkan untuk menyelamatkan dan memulihkan segala rapuh dan dosa kita. Tuhan memberkati kita semua. Amin.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa kami terimalah kiranya kurban perdamaian dan pujian yang kami persembahkan ini. Semoga kami disucikan karenanya, supaya sanggup menaruh cinta kasih kepada-Mu. Demi Kristus, ….
ATAU:
Allah Bapa kami, berilah kami roti anggur sebagai tanda perjanjian-Mu. Berilah kami Yesus Kristus Putra-Mu, sumber pengharapan bagi siapa pun di dunia ini. Sebab Dialah …
ANTIFON KOMUNI — Matius 9:13
Tuhan bersabda, “Belas kasihlah yang Kukehendaki, bukan kurban. Aku datang bukan untuk mencari orang saleh, melainkan orang berdosa.”
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau telah menyegarkan kami dengan sakramen-Mu. Semoga anugerah-Mu ini yang kini masih terselubung bagi kami, membantu kami untuk mencapai hidup abadi. Demi Kristus, .
ATAU:
Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang, Putra-Mu telah sudi turun sampai ke pratala maut tanpa mengingat diri-Nya lagi, hanya agar dapat memperoleh kebebasan dan kehidupan bagi kami, umat-Mu. Kami mohon, perkenankanlah kami menemukan jalan hidup kami pada diri-Nya. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Terima kasih Romo Tuhan Yesus memberkati kita semua.Amin
Salve dan terima kasih Romo atas pengajarannya.
Makasih Romo
Terimakasih Romo pencerahannya semoga hati dan pikiran serta tindakan saya dapat meneladani Tuhan Yesus dan tidak menghakimi atau menyangaka buruk pada orang lain GBU