
Rm. Y. Eko Yuniarto SCJ dari Komunitas RR La Verna Pajar Isuk-Pringsewu Lampung-Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Wahyu 19:7.6
Marilah kita bergembira dan memuliakan Tuhan, Raja yang mahakuasa. Alleluya.
PENGANTAR:
Dalam Kisah Para Rasul, dikatakan bahwa di antara para pengikut Kristus tiada seorang pun yang berkekurangan. Tak seorang pun berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri. Maka semua berkecukupan. Bila kita bertemu di sini dan membagi-bagikan rezeki, maka hendaknya kita bagikan lebih lanjut cinta kasih Yesus, sehingga tiada yang menderita kelaparan dan tiada di antara kita yang berkekurangan. Marilah kita sehati dan sejiwa saling memperhatikan. Itulah kelahiran baru dalam Roh yang dibicarakan Yesus dalam Injil.
DOA KOLEKTA:
Marilah bedoa: Allah Bapa maha penyayang, utuslah Roh Kudus dan jadikanlah kami manusia baru. Ciptakanlah dunia ini menjadi baru dan perkenankanlah kami sehati sebudi mengakui kemurahan hati-Mu terhadap kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 14:19-28
“Mereka menceritakan kepada jemaat, segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka.”
Waktu Paulus dan Barnabas di Kota Listra datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium, dan mereka membujuk orang banyak supaya memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu, dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. Akan tetapi ketika murid-murid berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe. Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di Kota Derbe dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid, dan menasihati mereka supaya bertekun di dalam iman. Mereka pun mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat setempat, dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. Paulus dan Barnabas menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia. Di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan yang kini telah mereka selesaikan. Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 145:10-11.12-13ab.21
Ref. Orang-orang yang Kaukasihi, ya Tuhan, mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu.
-
Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.
-
Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi. Pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.
-
Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya
S : (Luk 24:46,26) Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 14:27-31a
“Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.”
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu! Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang, namun ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku. Tetapi dunia harus tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa, dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ
Vivat Cor Iesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
“Janganlah gelisah dan gentar hatimu!”
Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, kembali berjumpa dengan saya Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ dari Rumah Retret Laverna, Padang Bulan, Pajaresuk, Pringsewu, Lampung, Indonesia, dalam Resi, Renungan Singkat Dehonian, edisi Hari Selasa Pekan V Paskah, tanggal 5 Mei 2026. Saya berharap Anda semua penuh dengan sukacita, ada dalam keadaan sehat dan melimpah berkat.
Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan. Injil hari ini berisi kalimat-kalimat Yesus dalam amanat perpisahanNya untuk para muridNya. Yesus menjanjikan damai kepada para muridNya, dan janji damai ini mendandakan kepergianNya. Ia menjelaskan bahwa damai itu bukan damai duniawi, yang hanya berupa tidak adanya kekerasan dan kekejaman untuk sementara waktu. Tetapi ini adalah damai Allah, yang artinya keutuhan, shalom, yang diberikan melalui Roh untuk menghapus rasa takut serta rasa jauh dan terpisah dari Allah. Karena anugerah damai inilah Yesus bisa mengulangi lagi pembukaan bab ini: “Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (ay. 27). Semua bentuk kedamaian yang lain tergantung pada rasa damai transendental ini. Yesus meyakinkan mereka bahwa Ia akan datang kembali (ay. 28) dan mereka tentunya akan bersukacita karena Ia pergi kepada Bapa, “sebab Bapa lebih besar daripada Aku” yang kontradiktif dengan Yoh. 10: 30 yang berbunyi, “Aku dan Bapa adalah satu”. Kalimat ini adalah pernyataan teologis utama di mana Yesus menegaskan kesatuan hakikat, kesatuan esensi, dan kesatuan tujuan antara diri-Nya dan Allah Bapa. Ayat ini menegaskan keilahian Yesus Kristus dan menjadi dasar keyakinan Kristen tentang Tritunggal, di mana Yesus setara dengan Allah BapaNya.
Yesus mengucapkan kalimat itu dalam konteks perdebatan dengan orang-orang Yahudi di Bait Allah yang meragukan ke-Mesias-an-Nya, tak lama setelah Ia berjanji memberikan hidup kekal kepada domba-domba-Nya. Lalu reaksi orang Yahudi adalah bahwa pernyataan ini dianggap menghujat oleh pendengar Yahudi saat itu, sehingga mereka mencoba melempari Yesus dengan batu, karena menganggap Ia menyamakan diri-Nya dengan Allah (Yahweh). Sedangkan makna “Satu”, dalam bahasa Yunani (hen esmen), ini menunjukkan kesatuan esensi (kesatuan zat) yang sama, bukan hanya satu tujuan atau kehendak. Dalam konteks ayat 28-30, kesatuan ini menjamin bahwa domba-domba Yesus aman dalam tangan-Nya dan tangan Bapa, serta tidak akan binasa. Ayat ini mempertegas bahwa Yesus adalah Gembala yang baik yang satu hakikat dengan Bapa, memberikan jaminan keselamatan yang mutlak bagi setiap orang yang percaya.
Namun penguasa dunia ini, yang dimaksudkan adalah setan, sekarang masuk dalam konteks sengsara yang akan datang, namun setan tidak memiliki kuasa apapun atas Yesus, yang berjalan menuju salib untuk membuktikan pada dunia bahwa Ia mengasihi Bapa dan sepenuhnya taat kepada kehendakNya (ay.30).
Inti dari kalimat-kalimat Yesus dalam kisah ini adalah bahwa damai sejati itu adalah damai yang diberikan bukanlah seperti yang dunia berikan, yang sifatnya sementara, melainkan damai dari Tuhan yang abadi. Kita juga diajak untuk melawan ketakutan, dimana pesan ini memanggil kita untuk melepaskan kecemasan, ketakutan, dan kegelisahan. Ini adalah undangan untuk mempercayai Tuhan yang selalu menyertai, bahkan saat melalui masa sukar sekalipun. Tuhan memberi solusi, ayat ini sering dikutip sebagai sumber ketenangan di tengah stres, beban hidup, atau rasa tidak aman. Ringkasnya, ini adalah janji perlindungan batiniah dan jaminan ketenangan hati melalui iman.
Lalu bagaimana dengan konteks kita? Tentunya berlaku hal yang sama, yakni damai sejati dijanjikan kepada kita, damai lahir batin karena iman dan mempercayakan diri pada Tuhan atas dasar ketaatan. Tuhan memberkati Anda, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa sumber kedamaian, berkenanlah menerima persembahan ini sebagai lambang kesediaan kami untuk saling melayani menurut teladan Putra-Mu yang telah wafat dan bangkit guna menganugerahkan kedamaian kepada kami. Sebab Dialah ….
ANTIFON KOMUNI – lih. Lukas 24:46.26
Kristus harus menderita dan bangkit dari alam maut untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya. Alleluya.
DOA SESUDAH KOMUNI:
Marilah berdoa: Allah Bapa sumber hidup sejati, semoga kami selalu bersedia menerima bisikan Roh-Mu, dan semoga telinga kami selalu memperhatikan sabda Putra-Mu, yang bagi kami merupakan jaminan hidup abadi. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.
DOWNLOAD AUDIO RESI:
No Comments