
Rm Aegidius Warsito SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA — Yeh. 34: 11.23–24
Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka.
PENGANTAR:
Ireneus diakui sebagai theolog dan saksi tradisi kuno gerejani. Di Smir na ia belajar pada Uskup Polikarpus yang masih mengenal Rasul Yoha nes; kemudian ia ke Perancis dan tahun 177 menggantikan Pothinus, us kup Lyon yang gugur sebagai inartir Selama 25 tahun ia memimpin mi si di Perancis, menata Gereja yang masih muda. Pada waktu itulah ia menulis karya tulisnya yang terkenal ‘Melawan Kesesatan’ yaitu aliran Gnostik. Di samping itu ia mendasari ‘Tradisi’ yang sejak para rasul di ajarkan oleh Gereja dari generasi ke generasi. ‘Di mana ada Gereja, di situ pula ada Roh Kudus.” katanya.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa: Allah Bapa, pokok damai sejati, berkat bantuan-Mu Santo Ireneus berhasil mempertahankan ajaran benar dan meneguhkan damai bagi Gereja. Semoga berkat bantuannya kami dikuatkan dalam iman dan cinta kasih sehingga selalu memperhatikan kesatuan dan memajukan kerukunan. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu, …..
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja 25:1-12
“Rakyat Yehuda diangkut ke pembuangan.”
Pada tahun kesembilan dari pemerintahan Raja Zedekia, dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal sepuluh bulan itu, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, dengan segala tentaranya menyerang Yerusalem. Ia berkemah mengepungnya dan mendirikan tembok pengepungan sekelilingnya. Demikianlah kota itu terkepung sampai tahun yang kesebelas zaman raja Zedekia. Pada tanggal sembilan bulan yang keempat, ketika kelaparan sudah merajalela di kota itu dan tidak ada lagi makanan pada rakyat negeri itu, maka dibelah oranglah tembok kota itu dan semua tentara melarikan diri malam-malam melalui pintu gerbang antara kedua tembok yang ada di dekat taman raja, sekalipun orang Kasdim mengepung kota itu sekeliling. Mereka lari menuju ke Araba-Yordan. Tetapi tentara Kasdim mengejar raja dari belakang dan mencapai dia di dataran Yerikho; segala tentaranya telah berserak-serak meninggalkan dia. Mereka menangkap raja dan membawa dia kepada raja Babel di Ribla, yang menjatuhkan hukuman atas dia. Orang menyembelih anak-anak Zedekia di depan matanya, kemudian dibutakannyalah mata Zedekia, lalu dia dibelenggu dengan rantai tembaga dan dibawa ke Babel. Dalam bulan yang kelima pada tanggal tujuh bulan itu–itulah tahun kesembilan belas zaman raja Nebukadnezar, raja Babel–datanglah Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, pegawai raja Babel, ke Yerusalem. Ia membakar rumah TUHAN, rumah raja dan semua rumah di Yerusalem; semua rumah orang-orang besar dibakarnya dengan api. Tembok sekeliling kota Yerusalem dirobohkan oleh semua tentara Kasdim yang ada bersama-sama dengan kepala pasukan pengawal itu. Sisa-sisa rakyat yang masih tinggal di kota itu dan para pembelot yang menyeberang ke pihak raja Babel dan sisa-sisa khalayak ramai diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu. Hanya beberapa orang miskin dari negeri itu ditinggalkan oleh kepala pasukan pengawal itu untuk menjadi tukang-tukang kebun anggur dan peladang-peladang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 137:1-2.3.4-5.6
Ref. Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang.
-
Di tepi sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita gantungkan kecapi kita.
-
Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: “Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!”
-
Bagaimanakah mungkin kita menyanyikan nyanyian Tuhan di negeri asing? Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!
-
Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak menjadikan Yerusalem puncak sukacitaku!
No Comments