Minggu, 02 Agustus 2020 – Rena Dehonian

Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang – Indonesia

 

Halo adik-adik… Salam Jumpa dengan RENA Dehonaian!  Apa khabar adik-adik? Hebat….. Hebat….. Hebat…… Jumpa lagi dengan Br. Gatot SCJ dari Palembang.. 

Vivat Cor Jesu….. Per Cor Marie.. 

Halo Adik-adik semua.. waktu libur sudah usai, nah sekarang saatnya kita berjuang kembali untuk menimba ilmu dan mempersiapkan masa depan yang cerah… Meski masih sekolah secara on line karena virus corona masih belum usai.. Tidak apa-apa ya adik-adik, yang penting adik-adik tetap sabar, rajin berdoa, dan ikuti anjuran pemerintah untuk hidup secara baru, yaitu menjaga kesehatan, rajin cucu tangan, pakai makse kalau ke tempat-tempat umum, dan menjaga jaral. Seraya kita terus berdoa agar wabah virus corona segera berlalu dan kita semua selamat serta sehat selalu. aminnnn

Tapi sebelum bruder lanjutkan, bruder akan menyapa teman-teman dulu ya.. Ada Mas Deo, dik Kristo, Kak Agnes, dik Keila, dik Kanaya,  ada si kembar Fael dan Biel, Kakak Joe, kak Vanya, dik Dea, Mbak Dina, Dik Ito, Marel, Micha, Alexy, bimo, Gerad, Clou, Gesti, abank Martin, Bintang, Chelsi, Rindu, mbak lintang.. dik Iya, cici, mas naren, mas Bagas, mas Evan, mas Rendra, mas Bisma, Luca, dik Michael dan dik Regina, Stefi, Astri, Damar, Yansen dan adik-adik BIA Santa Angela Banjar… duh siapa lagi yang belum bruder sapa ya… semuanya dehh adik-adik yang rajin dan yang mendengarkan rena dehoniannn……..

Adik-adik…mari sebelum kita mendengarkan kisah dalam injil Karangan santo Matius bab 14 ayat 14 sampai dengan ayat 21, yang akan dibacakan oleh mbak Gesti dari Palembang, kita buat tanda salib dulu yuk…….

Dalam nama Bapa.. dan Putera.. dan Roh Kudus.. Amin..\

Hari ini mbak Gesti akan mengisahkan atau bertutur tentang Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang. Kita dengarkan kisahnya ya.. Mari mbak Gesti..

Mbak Andreana Gesti Kristiandini

“Mereka semuanya makan sampai kenyang.”

 

Pada suatu hari, Ketika perahu yang membawa Tuhan Yesus dan pengikutNya berlabuh, banyak orang berteriak memanggil-Nya:

“Yesusssss!!!   Yesssuuuuusssss!   Yesusssss!!!!!!

Melihat orang yang jumlahnya sangaaatttt banyak itu, Hati Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan. Tuhan Yesus melihat orang-orang ini seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala. Mereka sangat mendambakan seorang gembala. Maka mulailah Tuhan Yesus mengajar mereka banyak hal.

Orang-orang itu duduk di pasir. Mereka dengan setia mendengarkan ajaran Tuhan Yesus. Mereka mendengarkan dengan seeeedemikian penuh perhatian sehingga mereka tidak merasakan lapar. Merekapun tidak merasakan bahwa hari sudah mulai petang.

Sementara itu, para murid sudah mulai gelisah. Segera mereka mendekati Tuhan Yesus dan berkata kapada Tuhan Yesus.

“Guru, tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah mereka pergi Guru, supaya mereka bisa membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung sekitar sini.”

Tuhan Yesus memandang ke seluruh kerumunan orang-orang itu. Lalu kataNya kepada para muridNya.

“Murid-muridKu… Mereka tidak perlu pergi… Kalian yang harus memberi mereka makan kepada semua orang ini!”

Jawab para murid,”Wah Guru… Bagaimana mungkin kami yang harus memberi mereka makan. Mereka banyak sekali Guru. Kita memerlukan waktu delapan bulan untuk bekerja dan mencari uang supaya bisa membeli makan untuk orang sebanyak ini Guru! Itupun masing-masing Cuma dapat sepotong roti saja!”

Tetapi Tuhan Yesus berkata kepada mereka,”Ada berapa banyak roti yang kalian miliki? Coba tanyakan, mungkin ada juga diantara mereka yang membawa roti”

Para murid lalu menanyakan kepada orang banyak itu, “Siapa diantara kalian yang membawa bekal makanan? Guru meminta kalian untuk berbagi? Ayo ada yang membawa bekal makanan?”

Lalu tampilah seorang anak kecil, yang menunjukkan bekalnya, “Aku bawa! Aku punya 5 potong roti dan 2 ekor ikan.” Kata anak kecil itu dengan suara lantang. Tapi ibunya menegur anak itu katanya.

“Nak, itu bekal untuk makananmu, kenapa kamu berikan?”

“Tidak apa-apa ibu, meski punya sedikit kita harus mau berbagi ibu.” Jawab anak kecil itu sambil tersenyum. Sementara Bapanya mengelus kepalanya dan menyuruh anak kecil itu membawa bekalnya kepada Tuhan Yesus.

“Guru, ini ada anak kecil yang bersedia menyerahkan bekalnya tapi Cuma sedikit guru, Cuma lima potong roti kecil-kecil dan dua ekor ikan. Apa cukup Guru?” kata seorang murid sambil mengantar anak kecil itu.

Lalu Tuhan Yesus menyuruh orang-orang itu duduk dalam kelompok-kelompok kecil. Maka mereka kemudian duduk dalam kelompok-kelompok kecil. Ada yang seratus orang, ada yang lima puluh orang.

Yesus menerima lima potong roti dan dua ekor ikan itu. Tuhan Yesus tersenyum kepada anak kecil itu dan mengucapkan teria kasih.

“Terima kasih ya anakKu.. Berkatmu besar sekali karena mau berbagi meski kamu masih kecil dan bekalmu Cuma sedikit. Terima kasih ya nak?”

“Sama-sama Tuhan.” Kata anak kecil itu, dia merasa bahagia sekali bisa berbagi.

Lalu Tuhan Yesus mengangkat lima potong roti dan dua ekor ikan itu. Ia menenggadah ke langit. Ia mengucapkan syukur kepada Allah Bapa. Lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikan kepada murid-muridNya. Kemudian para murid membagikan makanan itu kepada semua orang yang telah berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil. Ribuan orang jumlahnya, kira-kira ada lima ribu orang laki-laki, belum perempuan dan anak-anak. Dan semua makan dengan kenyang.

Semua orang heran dan kagum akan muzizat itu. Anak kecil yang memberi bekalnya sangat bangga dan bahagia sekali. Ternyata apa yang dia sumbangkan meski Cuma sedikit, di tangan Tuhan menjadi sangat berlimpah banyaknya.

Setelah selesai makan. Orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa. Ternyata ada sisa makanan sebanyak dua belas keranjang!!! Tidak termasuk sisa-sisa ikan!

 

Wah hebat ya adik-adik.. mbak Gesti sudah bercerita bagus sekali.. adik-adik paham kan ceritanya. Wah tentu anak kecil yang sudah rela memberikan bekalnya untuk Tuhan Yesus bangga sekali ya adik-adik.. Nah adik-adik mau ngga seperti anak kecil tadi… mau kannnnn.. pasti mau.. syaratnya adik-adik harus tulus dalam memberi. Artinya adik-adik memberi dengan sukarela dan dengan penuh sukacita. Memberi apa yang kita punya meski kita punya sedikit. Apa yang bisa kita berikan? Ya misalnya memberi makanan yang kita punya kepada teman-teman kita yang tidak punya makanan, uang saku kita, bahkan juga tenaga kita, kepintaran kita, usaha kita, dan kerelaan kita menolong orang lain. Percayalah Tuhan pasti akan melipat gandakan kemampuan kita, usaha kita, bahkan kepintaran kita. Tuhan akan memberkati kita dengan berlimpah. Aminnnn

Nah kalau sudah mari kita berdoa.

Tuhan Yesus yang baik hati, terima kasih ya Tuhan engkau telah memberkati kami dengan banyak bakat, talenta, dan kemampuan. Ajarilah kami agar kami tidak pelit berbagi kepada sesama kami, kepada teman-teman kami yang membutuhkan. Dengan demikian kami akan menjadi penyalur berkatMu untuk sesama kami. Amin. 

Dalam nama bapa dan Putra dan Roh kudus..

Amin. Sampai jumpa adik-adik. Tuhan memberkati.. Berkah dalem..

 

NB:

Sebagai bahan kreatifitas, adik adik bisa download gambar di bawah ini, yaitu gambar 5 potong roti dan 2 ekor ikan. lalu gambar Tuhan Yesus yang memberkati dan penggalan ayat emas yang bisa adik-adik hafalkan ya. Nah adik-adik silahkan memilih ayat emas yang adik suka dari Matius 14: 14-21. lalu susunlah di atas piring plastik (bisa juga dengan piring kertas) seperti gambar di bawah ini. adik-adik pasti bisa. Mudah kok.. Ayo kita berusaha..

 

No Comments

Leave a Comment