Kamis, 17 Juni 2021 — Hari Biasa Pekan XI

Br. Markus Triyono Yulianto SCJ dari Komunitas SCJ Postulat-Novisiat Gisting Lampung Indonesia

 
 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 111:34

Agung dan semaraklah karya Tuhan, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-Nya yang agung pantas dikenang. Tuhan itu pengasih dan penyayng.

PENGANTAR: 

Pelayanan Paulus tanpa pamrih terhadap umat di Korintus me rupakan jaminan kebenaran wartanya. Bila para murid mohon diajar berdoa, maka Yesus mengajarkan doa ‘Bapa kami’, doa para putra dan putri Allah yang siap sedia untuk saling meng ampuni.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, bagaimana kami dapat berdoa kepada-Mu, kalau bukan Engkau sendiri yang meletakkan kata-kata pada lidah kami. Semoga kami selalu terbuka terhadap bisikan Roh-Mu dan ajarilah kami mengenal nama-Mu. Demi Yesus Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus 11:1-11

“Aku mewartakan Injil kepadamu dengan cuma-cuma.”

Saudara-saudara, alangkah baiknya, jika kalian sabar terhadap kebodohanku yang tidak seberapa. Dan memang kalian sabar terhadap aku! Sebab aku cemburu kepadamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kalian kepada satu pria untuk membawa kalian sebagai perawan suci kepada Kristus. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiranmu disesatkan dari kesetiaanmu yang sejati kepada Kristus, sebagaimana Hawa diperdaya oleh ular dengan kelicikannya. Sebab kalian sabar saja, jika ada seseorang datang mewartakan Yesus yang lain daripada yang telah kami wartakan, atau memberikan kepadamu roh yang lain daripada yang kalian terima, atau Injil yang lain daripada yang telah kalian terima. Padahal menurut pendapatku sedikitpun aku tidak kurang dibanding rasul-rasul yang tiada taranya itu. Andaikata aku kurang paham dalam hal berkata-kata, tidaklah demikian dalam hal pengetahuan. Sebab kami telah menyatakannya kepadamu pada segala waktu dan di dalam segala hal. Apakah aku berbuat salah, jika aku merendahkan diri untuk meninggikan kalian, karena aku mewartakan Injil Allah kepadamu dengan cuma-cuma? Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan dari mereka, agar aku dapat melayani kalian. Dan ketika aku dalam kekurangan di tengah-tengahmu, aku tidak menyusahkan seorang pun. Sebab apa yang kurang padaku, dicukupi oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia. Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi beban bagimu. Dan aku akan tetap berbuat demikian. Demi kebenaran Kristus dalam diriku, aku menegaskan, bahwa kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapapun di daerah-daerah Akhaya. Mengapa tidak? Apakah karena aku tidak mengasihi kalian? Allah mengetahuinya!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 111:1-2.3-4.7-8

Ref. Adil dan benarlah karya tangan-Mu ya Tuhan.

  1. Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan di tengah jemaat. Besarlah perbuatan-perbuatan Tuhan, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.

  2. Agung dan semaraklah pekerjaan-Nya, keadilan-Nya tetap untuk selama-lamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.

  3. Perbuatan tangan-Nya ialah kebenaran dan keadilan, segala titah-Nya teguh; perintah-Nya kokoh lestari untuk selamanya, dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Rm 8:15) Kalian akan menerima roh pengangkatan menjadi anak, dalam roh itu kita akan berseru, “Abba, ya Bapa.”

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 6:7-15

“Berdoalah kalian demikian.”

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Bila kalian berdoa janganlah bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka doanya akan dikabulkan karena banyaknya kata-kata. Jadi janganlah kalian seperti mereka. Karena Bapamu tahu apa yang kalian perlukan, sebelum kalian minta kepada-Nya. Maka, berdoalah kalian demikian: Bapa kami, yang ada di surga, dimulakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi sperti di surga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan. Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin. Karena, jikalau kalian mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kalian pula. Tetapi jikalau kalian tidak mengampuni orang, Bapamu pun tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Terpijilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Markus Triyono Yulianto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, marilah kita mengambil waktu sejenak untuk hening merenungkan Injil yang baru saja kita dengarkan. Sehingga perjalanan hidup kita hari ini terinspirasi dari Injil hari ini.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, kalau kita mencoba mencermati bacaan Injil pada minggu ini, mulai hari senin kemarin, yaitu tentang kotbah di Bukit. Kita tahu bahwa kotbah di bukit yang disampaikan Yesus merupakan makna simbolis. Arti kotbah di bukit adalah bahwa Yesus menyampaikan pengajaran yang sangat penting bagi para pengikutnya pada waktu itu dan kepada kita saat ini. Karena Yesus menyampaikan hal yang penting maka Yesus berada di tempat yang lebih Tinggi dari pada umat yang mendengarkannya.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, dalam kotbah di bukit yang disampaikan oleh Yesus saat ini yaitu berkaitan dengan hal berdoa. Yesus mengajarkan kepada kita bagaimana harusnya kita dalam berdoa. Dalam kalimat pertama perikopa yang kita dengarkan yaitu di ayat 7, Yesus dengan tegas menyampakan bahwa hendaklah ketika kita dalam berdoa jangan bertele-tele dan panjang-panjang. Lalu bagaimana dalam kita berdoa? Seperti yang Yesus ajarkan, kalau kita mencermati, doa yang Yesus ajarkan ada dua bagian pokok. Yang pertama, dalam berdoa hendaknya kita pertama-tama memuji dan memuliakan Tuhan. Seperti bagian pertama dalam doa Bapa Kami.

Dalam ayat 9b – 10: Bapa Kami yang ada di Surga, Dikuduskanlah/dimuliakanlah nama-Mu

Datanglah kerajaan-Mu,

Jadilah kehendak-Mu

Di bumi seperti di Surga.

Bagian ke dua: dalam berdoa baru kita mengungkapkan permohonan kita. Seterti yang terdapat dalam ayat 11 – 13.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, maka ketika kita berdoa, pertama-tama marilah kita mengucap syukur dan memuliakan/memuji Allah seperti yang diajarkan oleh Yesus. Bukan sebaliknya, kita berdoa karena ada maunya atau karena kita membutuhkan sesuatu. Pernah suatu saat saya sedang ngobrol bersama seorang imam dalam perjalanan. Tentang mengobrolkan seputar pelayanan sebagai seorang gembala. Dan imam tersebut mengungkapkan, dalam pelayanan jarang banget ya ada umat yang datang kepada imam untuk mengungkapkan syukurnya atau kebahagiaan karena keberhasilan, hidup rumah tangga yang membahagiakan dan lain-lain. Rata-rata umat yang datang itu karena ada suatu permasalahan atau persoalan baik dalam keluarga maupun yang lainnya.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, dari kisah pendek tadi, membuat saya tersadar, dahwa kadang kita dalam berdoa sering kali karena kita ada kebutuhan, karena kita mengalami sesuatu yang berat dalam hidup kita, bahkan kadang karena kita berkeinginan agar apa yang kita harapkan cepat terkabulkan kita melakukan novena dll. apakah do-doa tersebut salah? Novena yang kita lakukan salah? Tidak sama sekali doa, novena, dll bentuknya tidak salah. Yang perlu kita catat adalah ketika kita berdoa adalah agar kita semakin mendekatkan diri pada Allah. Dan kita dapat mengatakan dengan iman kita: jadilah kehendakmu di bumi seperti di surga.

Semoga Tuhan selalu memberkati kita. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: 

Allah Bapa tujuan hidup kami, perkenankanlah kami menyantap rezeki, yang telah dijanjikan kepada para leluhur. Maka berikanlah kiranya rezeki itu untuk bekal dalam perjalanan kami. Demi Kristus, ….

MAZMUR TANGGAPAN – Mazmur 97:1

Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorai dan banyak pulau bersukacita!

DOA SESUDAH PERSEMBAHAN: 

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, Engkau tahu betul apa yang kami perlukan sebelum kami memohonnya. Bila kami berkumpul atas nama-Mu, berkenanlah kiranya Engkau hadir di tengah-tengah kami sebagai Allah dan Bapa kami. Demi Kristus, ….

 
 

1 Comment

  • Herlin djunaidy Juni 16, 2021 at 8:37 pm

    Amin

    Reply

Leave a Comment