Minggu, 16 Oktober 2022 – Hari Minggu Biasa XXIX

Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 17:6,8

Aku berseru kepada-Mu sebab Engkau mendengarkan daku, ya Allah. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah kata-kataku. Jagalah aku bagaikan biji mata, sembunyikanlah akud alam naungan sayap-Mu.

PENGANTAR:

Kita bertemu di sini untuk bersyukur kepada Bapa di surga. Tetapi banyak pula yang datang membawa persoalan-persoalan atau keinginan-keinginan yang tak terkatakan. Maka baiklah kalau semuanya itu kita mohon di dalam doa kita.

Bacaan hari ini minta perhatian kita, agar dalam doa kita janganlah semacam mendesak, memaksa Tuhan. Kita hendaknya sabar dan ulet dalam doa kita, dan permohonan kita itu akan dikabulkan, bila kita tunjang doa itu dengan kerja nyata kita. Tuhan tidak menyelamatkan manusia tanpa pertolongan manusia. Ia berada di pihak kita, tetapi memerlukan bantuan orang. Maka kita masing-masing harus mendengarkan sabda Allah, agar dapat menemukan apa yang mau kita bicarakan bersama, dan bagaimana kita dengan berdoa dan meraba-raba dapat mengatasi ketidakmampuan kita untuk percaya.

SERUAN TOBAT:

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Ya Allah, Engkau telah memperlengkapi kami dengan rahmat untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan baik. Semoga kami semakin tekun untuk mengembangkan rahmat-Mu itu sehingga kami dapat hidup sebagai orang-orang yang benar di hadapan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Keluaran 17:8-13

“Apabila Musa mengangkat tangan, lebih kuatlah pasukan Israel.”

Sekali peristiwa datanglah orang Amalek dan berperang melawan orang Israel di Rafidim. Musa berkata kepada Yosua, “Pilihlah orang-orang bagi kita, lalu keluarlah berperang melawan orang Amalek! Aku sendiri, besok akan berdiri di puncak bukit itu dengan memegang tongkat Allah di tanganku.” Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; sedangkan Musa, Harun dan Hur naik ke puncak bukit. Dan terjadilah hal berikut ini: Apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah pasukan Israel. Sebaliknya, apabila Musa menurunkan tangannya, Amaleklah yang lebih kuat. Tetapi menjadi penatlah tangan Musa. Maka Harun dan Hur mengambil sebuah batu, meletakkannya di belakang Musa, supaya ia duduk di atasnya; lalu Harun dan Hur menopang kedua belah tangan Musa, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangan Musa tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 121:1-2.3-4.5-6.7-8

Ref. Hanya Engkaulah Tuhan Allahku dan harapan untuk hidupku.

  1. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolongan bagiku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

  2. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sungguh, tidak akan terlelap dan tidak akan tertidur Penjaga Israel.

  3. Tuhan penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak akan menyakiti engkau pada waktu siang, tidak pula bulan pada waktu malam.

  4. Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu dan sekarang sampai selama-lamanya.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (2Tim 3:14-4:2)

“Orang-orang kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”

Saudaraku terkasih, hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman akan Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian orang-orang kepunyaan Allah diperlengkapi oleh setiap perbuatan baik. Di hadapan Allah dan di hadapan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya: Wartakanlah sabda Allah! Siap sedialah selalu, baik atau tidak waktunya. Nyatakanlah apa yang salah, tegur dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Ibr 4:12; 2/4) Sabda Allah itu hidup, kuat dan tajam. Ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 18:1-8

“Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang berseru kepada-Nya.”

Sekali peristiwa Yesus menyampaikan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya untuk menegaskan bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Ia berkata, “Di sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun. Dan di kota itu ada pula seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata, ‘Belalah hakku terhadap lawanku!’ Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya, ‘Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya ia jangan terus-menerus datang dan akhirnya menyerang aku.” Lalu Tuhan berkata, “Camkanlah perkataan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya, yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka! Akan tetapi, jika Anak manusia itu datang, adakah Ia menemukan iman di bumi ini?”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Riyanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

UNTUK APA BERDOA????

Saudara saudariku pencinta Resi di manapun berada. Perikope Injil hari ini berisi tentang perumpamaan Hakim yang lalim dan Janda yang sedang berkesusahan. Satu hal yang digarisbawahi oleh Yesus melalui perumpamaan tersebut adalah supaya kita semua tidak jemu-jemunya berdoa.  Mengapa hal ini perlu ditegaskan oleh Yesus? Karena kita belum sepenuhnya memahami arti doa dan bagaimana semestinya kita berdoa. Bahkan perikope Injil hari ini, tak jarang dimengerti secara keliru, karena menjadikan doa sebagai alat untuk memaksa Allah supaya melakukan apa yang diinginkan oleh manusia.

Doa merupakan suatu proses untuk menyadari kuasa dan rencana Allah atas hidup kita. Doa merupakan wujud iman kita kepada Allah. Karena itu, sudah sepantasnya kita tak jemu-jemu berdoa, karena dalam doa kita membangun iman kita. Doa juga menjadi sarana yang menyatukan kita dengan Allah yang kita imani. Semakin sering kita berdoa, seharusnya kehidupan orang beriman semakin memancarkan diri Allah dengan segala hal baik yang dimilikiNya. Doa sekaligus menjadi alat komunikasi kita manusia dengan Allah, sehingga melalui doa kita dapat mesharingkan segala sesuatu tentang hidup, perjuangan, harapan dan kebutuhan kita. Melalui doa, kita ingin menyerahkan hidup dan keadaan kita kepada Tuhan dan mempercayai-Nya untuk bertindak menurut waktu dan cara-Nya.

Makna ini lah yang perlu kita perjuangkan bersama dalam doa yang tak ada putusnya. Maka dari itu, Yesus tidak pernah menentukan waktu-waktu berdoa bagi para muridNya, tidak ditetapkan juga berapa kali kewajiban berdoa. Yesus hanya menegaskan, agar kita semua berdoa dengan tidak jemu-jemu. Bagaimana selama ini kita berdoa? Mari kita refleksikan bersama. Apakah doa-doa yang kita jalankan selama ini menjadikan iman kita kepada Allah makin tumbuh, berkembang dan menghasilkan buah-buah iman?  Bukankah ada orang-orang yang karena salah berdoa justru jadi menjauh dari Allah bahkan membenci Allah. Apakah doa-doa kita juga menjadikan hidup kita lebih baik karena makin memancarkan kebaikan Allah? Jangan menutup mata, ada banyak orang yang mengaku diri beriman dan rajin berdoa namun justru perilakunya jahat, merusak, memecah belah dan mendatangkan permusuhan.

Suadara-saudari terkasih, marilah kita tidak jemu-jemu berdoa dengan lebih dahulu memurnikan motivasi doa kita dengan mendasarkan doa kita pada iman sejati, doa yang makin menyatukan kita dengan Allah, doa yang menjadikan hidup kita sebagai pancaran rahmat Allah, sehingga kita murid-murid Yesus, membuka diri juga untuk dipakai oleh Allah sebagai jawaban doa bagi orang lain di sekitar kita. Ingatlah, bahwa kita tidak berdoa sendirian. Seluruh umat beragama juga berdoa. Semua dapat saling mendoakan, termasuk diri kita didoakan oleh banyak orang. Maka Perhatian Tuhan pada kita, bukan saja karena doa diri kita semata, tetapi juga karena doa keluarga, teman dan sahabat kita. Hanya saja, adakah Allah menjumpai Iman dalam hati dan hidup kita? Pertanyaan yang masih harus kita jawab setiap kali kita berdoa. Selamat merenung, Tuhan memberkati.

DOA UMAT:

I : Saudara-saudara, marilah kita mengindahkan anjuran Tuhan kita, Yesus Kristus supaya selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Marilah kita mohon supaya doa kita disampaikan-Nya ke hadapan Bapa kita di surga.

L : Bagi para warga yang diserahi tugas pelayanan tertentu dalam Gereja: Semoga mereka yang diserahi berbagai tugas pelayanan dalam Gereja menjadi orang-orang yang bersemangat doa, dengan meningat Sabda Tuhan Yesus, “Di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi semua orang yang sudah mengenal atau baru mencari Allah: Semoga semua orang yang mengenal atau baru mencari Allah tidak ragu-ragu berwawancara dengan Dia, lewat doa yang keluar dari lubuk hati. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi semua orang yang mengalami kekeringan dalam hidup rohani mereka: Semoga semua orang yang mengalami kekeringan rohani tetap bertekun dalam iman bahwa Allah senantiasa mendampinginya, kendatipun mereka tidak melihat dan merasakannya. Semoga malam gelap kehidupan rohani mereka menjadi saat untuk menyadari kebutuhan mutlak akan kehadiran dan penyertaan Tuhan dalam hidup mereka. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi kita semua yang berkumpul di tempat ibadat ini: Semoga kita semua belajar memohon dengan tidak jemu-jemu segala sesuatu yang baik dan sesuai dengan kehendak Allah, dan semoga Perayaan Ekaristi ini membuat kita serta dunia lebih akrab dengan Allah. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I : Allah Bapa di surga, dengarkanlah doa permohonan kami. Jadikanlah kami ini umat yang tekun berdoa. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U : Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah, berkenanlah menerima persembahan roti dan anggur berserta ungkapan syukur dan semua permohonan kami kepada-Mu.  Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Mzm 33:18-19

Mata Tuhan tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang mengharapkan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahabaik, kami bersyukur karena telah Kauundang dalam perjamuan kudus-Mu dan Kaukenyangkan dengan santapan rohani. Semoga Engkau berkenan menambahkan iman kami kepada-Mu dan cinta kasih kami kepada sesama serta pengharapan akan hidup baru yang Kaujanjikan. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI:

1 Comment

Leave a Comment