Rabu, 01 Februari 2023 – Hari Biasa Pekan IV

Rm. Valentinus Teja Anthara SCJ dari Komunitas SCJ Seminari St. Paulus Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 103:1-2

Pujilah Tuhan, hai hatiku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!

PENGANTAR:

Penderitaan dapat menyucikan manusia, namun kerap kali kepahitannya yang lebih dirasakan, karena merusak hubungan dan menumbuhkan ketidakpastian hidup. Penyembuhan baru dimulai, bila kita mau menerima kenyataan dan menemukan kemungkinan-kemungkinan baru. Hal itu baru terjadi, kalau kita tahu mengolah hambatan dan penderitaan itu. Lingkungan hidup kitalah guru yang terbaik untuk itu.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa sumber kebijaksanaan, semoga Kaukuatkan tangan kami yang lemas, Kauteguhkan lutut kami yang goyah, dan perkenankanlah kami menempuh jalan yang lurus dalam mencari kedamaian-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani 12:4-7.11-15

“Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya.”

Saudara-saudara, dalam pergumulanmu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah. Janganlah kamu lupa akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak; “Hai anakku, janganlah meremehkan didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan oleh-Nya, karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” Jika kamu menerima hajaran, maka di situ Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah ada anak yang tidak dihajar oleh ayahnya! Memang tiap-tiap hajaran, pada waktu diberikan, tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Namun kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang dilatih olehnya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah. Dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh. Berusahalah hidup damai dengan semua orang, dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 103:1-2.13-14.17-18

Ref. Kekal abadilah kasih setia Tuhan atas orang yang takwa.

  1. Pujilah Tuhan, hai hatiku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!

  2. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang takwa. Sebab Dia sendiri tahu dari apa kita dibuat, Dia sadar bahwa kita ini debu.

  3. Tetapi kekal abadilah kasih setia Tuhan atas orang-orang yang takwa kepada-Nya, sebagaimana kekal abadilah kebaikan-Nya asal saja mereka tetap berpegang pada perjanjian-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 6:1-6

“Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri.”

Pada suatu ketika, Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Yesus mengajar di rumah ibadat, dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Mereka berkata, “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mukjizat-mukjizat yang demikian, bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria? Bukankah Ia saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” Maka Yesus tidak mengadakan satu mukjizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Valentinus Teja Anthara SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Valentinus Teja Anthara scj dari Komunitas SCJ, Seminari St. Paulus – Palembang, – Indonesia, dalam Resi – renungan singkat – dehonian edisi hari Rabu – tanggal satu  –– Februari  tahun dua ribu dua puluh tiga – hari biasa Minggu biasa ke empat

Pendengar Resi yang dikasi Tuhan. Dari injil yang baru saja kita dengarkan kutipan ini menjadi fokus permenungan kita. Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Dan penutup dari perikopa ini dikatakan.  Pada hari Sabat  Ia mulai mengajar di rumah ibadat  dan jemaat yang besar takjub  ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?

Yesus kembali ke tempat asal-Nya, Nazaret. Ia datang dengan identitas baru, yaitu sebagai seorang guru. Kehadir-an-Nya mempunyai makna bukan  sekadar pulang kampung biasa. Tetapi dengan identitas dirinya yang baru, sebagai Guru. Orang-orang yang selama ini mengikut Dia sebagai murid-murid-Nya juga ikut serta.

Yesus dengan sengaja ingin menegaskan identitas-Nya barunya sebagai seorang guru. Suatu profesi yang terhormat pada masa itu. Dan Yesus mulai melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru. Ia mengajar di rumah ibadat pada hari Sabat.

Tindakan Yesus luar biasa. Ia mengajar melebihi guru yang biasanya, tidak  hanya mengajar. Bahkan Yesus bisa mengadakan mukjizat. Hal ini menimbulkan reaksi dari jemaat yang besar. Mereka takjub  ketika mendengar Dia. Mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Namun kekaguman yang seharus menjadi awal percaya, beriman itu justru menimbulkan penolakan.

Pendengar Resi yang dicintai Tuhan. Menangapi penolakan itu, Yesus menyikapinya dengan rendah hati. Ia tidak memaksakan kehendak-Nya. Ia menyadari betapa susahnya diterima sebagai seorang nabi oleh orang-orang di tempat-Nya sendiri. Yesus agaknya heran karena mereka belum juga percaya kepada-Nya meski banyak tanda yang dinyatakan oleh-Nya. Namun demikian, Yesus tidak memaksakan kehendak-Nya. Mereka tahu masa kecil Yesus, orang tua-Nya, latar hidup mereka. Tampak jelas bahwa orang-orang Nazareth sangat kecewa dan iri terhadap Yesus karena Ia melakukan hal-hal ajaib yang mereka tidak mampu melakukannya. Sehingga mereka menolak Dia.

Kekaguman yang harusnya menimulkan kekaguman, justru sebaliknya; menimulkan ‘penolakan’. Yesus sungguh ditolak ditempat asalNya karena kesombongan hati orang Nasareth. Mereka tidak mampu percaya, beriman. Mereka menjadi buta, karena mereka tahu siapa Yesus. Mereka menjadi tumpul hatinya karena tertutup. Penolakan itu adalah reaksi yang tragis.

Pendengar Resi yang dicintai Tuhan. Yesus dalam pengajarannya pernah bersabda: “Aku bersyukur kepadamu Bapa, karena semua itu kau sembunyikan dari orang bijak dan pandai”, orang yang tahu dan mengerti. Benarlah kata-kata bijak yang mengatan ‘iman itu datang dari Tuhan, Iman itu anuerah, bukan hasil dari usaha manusia. Cara untuk percaya, beriman pun sangat sedehana, bahkan kadang kala sulit di nalar. Untuk itu, kita perlu memohon hati yang jernih untuk memahami karya keselamatan dalam Kristus.

Percayalah selalu maka kita akan mengalami perbuatan-perbuatan ajaib-Nya yang membarui hidup dan kehidupan kita. Jangan juga menolak siapa pun, padahal kita sudah melihat prestasi yang sudah dicapainya.

Marilah kita bersyukur, sambil melihat sejarah iman kita. Bagi kita yg dewasa beriman kepada Kristus, saat kita menjadi percaya. Sering tidak melalui pengajaran yang tinggi, tetapi pengalaman hidup yang sedehana. Tidak dipaksa, tidak dirayu, tidak dipameri hal enak, tetapi datang dari hati yang murni, ikhlas dan tulus. Itulah cara Allah memanggil kita pada keselamata. Semoga Hati Yesus meneguhkan dan memurnikan hati kita. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa sumber iman kepercayaan, berilah kami lambang kedatangan dan kehadiran-Mu pada kami dalam roti anggur ini, dan ajarilah kami mengimani Yesus, sabda-Mu yang penuh kebijaksanaan. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Ibrani 12:7

Janganlah meremehkan didikan Tuhan, dan jangan putus asa bila diperingatkan oleh-Nya, karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, dengan perantaraan manusia, putra tukang kayu, Engkau berkenan menyampaikan sabda penuh wibawa. Semoga kami dapat menanggapi segala kejujuran yang Kausampaikan kepada kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI:

1 Comment

Leave a Comment