
Rm Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Kokonao Timika Papua – Indonesia
AUDIO RESI:
ANTIFON PEMBUKA – Mzm 118:85.46
Orang-orang sombong menggali lubang bagiku, mereka tidak mempedulikan perinta-Mu. Aku akan berbicara tentang hukum-Mu, aku tidak malu di hadapan para raja.
PENGANTAR:
“Tiada orang dengan akal budi sehat akan mengingkari kebenaran demi kesesatan,” demikianlah reaksi Yustinus ketika mendengar putusan hukuman mati atas dirinya. Ia seorang pencari kebenaran. Semua filsafat yang ada pada waktu itu dipelajarinya untuk menemukan jawaban atas keragu-raguan dan persoalan yang timbul di benaknya. Kebetulan ia menemukan Kitab Suci. Di situlah ia menemukan jawaban yang dicari-carinya. Ia bertobat dan menjadi pengikut Kristus yang bersemangat. Ia mewartakan Injil terutama di Roma tanpa menghiraukan larangan ataupun penganiayaan. Keberaniannya minta kurban nyawanya.
DOA KOLEKTA:
Marilah berdoa Allah Bapa, sumber hikmat kebijaksanaan, dengan kebodohan salib Engkau telah mengajarkan kebijaksanaan Yesus Kristus, Putera-Mu, kepada Santo Yustinus, martir. Pada hari peringatannya ini kami mohon berilah kami kekuatan agar sanggup menolak segala yang dapat menjauhkan kami daripada-Mu. Berilah pula kami rahmat-Mu agar selalu setia dalam iman. Demi Yesus Kristus, …
BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Petrus 1:1-7
“Yesus Kristus telah menganugerahkan kepada kita janj-janji yang berharga. Berkat Dia, kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi.”
Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 91:1-2.14-15ab.15c-16
Ref. Ya Allahku, pada-Mulah aku percaya
-
Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan, “Tuhanlah tempat perlindungan dan kubu pertahananku, Allahku yang kupercayai.”
-
Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakannya.
-
Aku akan meluputkan dia dan memuliakannya, dengan umur panjang akan Kukenyangkan dia; kepadanya akan Kuperlihatkan keselamatan yang datang dari pada-Ku.”
BAIT PENGANTAR INJIL:
U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Why 1:5ab) Yesus Kristus, Engkaulah saksi yang setia, yang pertama bangkit dari alam maut; Engkau mengasihi kami dan mencuci dosa kami dalam darah-Mu.
BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 12:1-12
“Mereka menangkap dan membunuh putra kesayangan, dan melemparkannya ke luar kebun anggur.”
Pada suatu hari Yesus berbicara kepada imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua dengan perumpamaan, kata-Nya, “Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa. Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan. Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh. Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.” Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
RESI DIBAWAKAN OLEH Rm Antonius Tugiyatno SCJ
Vivat Cor Jesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.
Saudara–saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kita berjumpa kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian edisi Senin 1 Juni 2026. Hari ini Gereja memperingati Santo Yustinus Martir. Bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Kokonao Timika Papua. Kita akan mendengarkan dan merenungkan Sabda Tuhan dari Injil Markus 12: 1-12. Marilah kita memulainya dengan membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, amin.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan ada sebuah pepatah kuno yang mengatakan: “Pohon yang berbuah lebat justru sering dilempari batu.” Pepatah ini menggambarkan kenyataan hidup manusia. Tidak semua kebaikan diterima dengan sukacita. Kadang justru orang yang membawa kebenaran, cinta, dan ketulusan harus mengalami penolakan. Sejarah manusia penuh dengan kisah para nabi, tokoh bijaksana, dan orang-orang baik yang disingkirkan karena mereka membawa terang yang mengusik kegelapan.
Demikian pula dalam kisah Injil hari ini menghadirkan perumpamaan yang sangat menyentuh. Seorang pemilik kebun anggur telah mempersiapkan semuanya dengan baik. Ia mempercayakan kebun itu kepada para penggarap. Namun ketika ia mengutus para hambanya untuk mengambil hasil kebun, mereka dipukul, dihina, bahkan dibunuh. Akhirnya sang pemilik mengutus anaknya sendiri, tetapi anak itu pun dibinasakan. Perumpamaan ini sebenarnya adalah kisah cinta Allah kepada manusia sepanjang sejarah keselamatan. Maka saya hendak merenungkan 2 hal demikian,
Pertama Allah yang tidak pernah lelah memberikan kasih-Nya. Saya merenungkan peristiwa yang sangat mengharukan dari Injil ini adalah kesabaran sang pemilik kebun. Setelah satu hamba dipukul, ia mengutus yang lain. Setelah yang lain dibunuh, ia masih mengirim utusan berikutnya. Bahkan akhirnya ia mengirim anaknya sendiri. Di sini kita melihat wajah Allah yang selalu memberi kesempatan baru. Sekalipun manusia jatuh berulang kali, Tuhan tetap mengetuk hati dengan kesabaran yang luar biasa. Sering kali dalam hidup kita merasa Tuhan jauh. Padahal mungkin Tuhan sudah berkali-kali datang melalui berbagai cara: melalui nasihat orang tua, suara hati, pengalaman sakit, kegagalan, Kitab Suci, atau bahkan melalui orang-orang kecil yang kita jumpai setiap hari. Tetapi hati manusia kadang menjadi seperti para penggarap kebun itu: sibuk mempertahankan ego dan merasa hidup ini miliknya sendiri. Ketika manusia merasa dirinya “pemilik”, ia mulai kehilangan rasa syukur. Dari situlah lahir keserakahan, kekerasan, dan penolakan terhadap kebenaran. Hati menjadi tertutup terhadap Allah. Namun Injil ini memperlihatkan sesuatu yang sangat indah: meskipun ditolak, Allah tetap mengasihi. Bahkan Yesus datang tidak membawa pembalasan, melainkan menyerahkan diri-Nya demi keselamatan manusia.
Ke dua Batu yang dibuang justru menjadi dasar keselamatan. Yesus mengutip sebuah kalimat yang sangat dalam: “Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.” Dalam pandangan manusia, batu yang dibuang adalah batu yang dianggap tidak berguna. Tetapi di tangan Allah, justru batu itulah yang dijadikan dasar bangunan.Yesus sendiri mengalami penolakan itu. Ia ditolak oleh para pemimpin agama, dihina, disalibkan, dan dianggap gagal. Namun justru melalui salib-Nya lahir keselamatan dunia. Kadang hidup kita pun mengalami hal serupa. Ada luka karena penolakan, kegagalan, pengkhianatan, atau usaha baik yang tidak dihargai. Ada saat-saat ketika kita merasa seperti “batu yang dibuang.” Tetapi Injil hari ini memberi harapan besar: Allah mampu mengubah luka menjadi rahmat. Tuhan sering bekerja justru melalui hal-hal yang dianggap lemah oleh dunia. Hati yang pernah terluka sering kali menjadi hati yang paling mampu memahami penderitaan sesama. Orang yang pernah jatuh justru dapat menjadi penolong bagi banyak orang. Air mata yang dipersembahkan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Salib Kristus mengajarkan bahwa cinta sejati tidak diukur dari seberapa besar ia diterima, tetapi dari kesetiaannya untuk tetap mengasihi.
Saudara-saudari, Tuhan menitipkan hidup, pelayanan, keluarga, kemampuan, dan waktu kepada kita agar menghasilkan buah kasih. Jangan sampai hati kita menjadi keras hingga menolak suara Tuhan yang datang dengan lembut. Dan ketika hidup terasa seperti “batu yang dibuang,” jangan putus asa. Di tangan Tuhan, batu yang dibuang manusia justru dapat dijadikan batu penjuru bagi kehidupan yang baru. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.
DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:
Allah Bapa, daya kekuatan kami, semoga kami pantas merayakan misteri penyelamatan yang sudah dibela dengan gigih oleh Santo Yustinus sampai mengurbankan nyawanya. Demi Kristus, …
ANTIFON KOMUNI:
Tiada ilmu yang kuajarkan selain Yesus Kristus yang tersalib.
DOA SESUDAH KOLEKTA:
Marilah berdoa Allah Bapa yang mahamurah, kami telah Kausegarkan dengan santapan suci. Semoga seturut teladan Santo Yustinus, martir-Mu, kami selalu bersyukur atas segala rahmat, yang sudah kami terima daripada-Mu. Demi Kristus, …
DOWNLOAD AUDIO RESI:
Resi-Senin 01 Juni 2026 oleh Rm Antonius Tugiyatno SCJ dari komunitas Kokonao Timika Papua – IndonesiaUnduh
Santo Yustinus Martir

St.Yustinus berasal dari kota Nablus (Israael). Ia hidup pada abad kedua. Ayahnya membesarkannya tanpa pengenalan akan Tuhan. Ketika masih kanak-kanak, Yustinus membaca puisi, sejarah dan ilmu pengetahuan. Sementara tumbuh dewasa, ia terus belajar. Tujuan utamanya dalam belajar adalah untuk menemukan kebenaran akan Tuhan.
Suatu hari, ketika sedang berjalan menyusuri tepi pantai, Yustinus bertemu dengan seorang tua. Mereka berbincang-bincang. Karena Yustinus kelihatan gelisah, orang tua itu bertanya apa yang menggelisahkan hatinya. Yustinus menjawab bahwa ia bersedih karena tidak menemukan kepastian tentang Tuhan dalam semua buku yang telah dibacanya. Orang tua itu bercerita kepadanya tentang Yesus, Sang Juruselamat. Ia mendorong Yustinus untuk berdoa agar dapat memahami kebenaran Tuhan.
St. Yustinus mulai berdoa dan membaca Sabda Tuhan, yaitu Kitab Suci. Ia jatuh cinta padanya. Ia juga amat terkesan mengetahui betapa beraninya umat Kristiani yang bersedia mati demi iman serta cinta mereka kepada Yesus. Setelah memperdalam pengenalannya tentang agama Kristen, Yustinus menjadi seorang Kristen pula. Kemudian, ia mempergunakan pengetahuannya yang luas itu untuk menjelaskan serta mempertahankan iman dengan banyak tulisannya.
Di kota Roma, St. Yustinus ditangkap karena menjadi seorang pengikut Kristus. Hakim bertanya padanya, “Apakah kamu pikir dengan mati, maka kamu akan masuk surga dan memperoleh ganjaranmu?”
“Bukan saja aku berpikir demikian,” orang kudus itu menjawab, “Tetapi aku yakin mengenainya.” “Buat apa saja yang kalian suka terhadap kami; tapi kami orang Kristen tidak akan pernah menyembah berhala…” dan ia pun wafat sebagai martir dengan cara dipancung sekitar tahun 166.
Arti Nama
Adil, Tepat (Latin)
Variasi Nama
Justin (English), Justus, Joos, Joost (Dutch), Justus (German), Justinian (History), Giustino (Italian), Iustinianus, Iustinus, Iustus, Justus (Late Roman), Justinas (Lithuanian), Justyn (Polish), Iestyn (Welsh)
Bentuk Feminim : Justina (English), Justine (French), Justina (Slovene)
No Comments